Prediksi After Lebaran: Harga Emas Naik, Rupiah Kian Melemah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 2 April 2025 | 07:54 WIB
ilustrasi perdagangan emas (antam)
ilustrasi perdagangan emas (antam)

KLIK SAJA - Harga emas dunia terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dan bahkan diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi baru pada April 2025.

Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada pasar logam mulia global, tetapi juga berpotensi memperlemah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan perdagangan AS, ketegangan geopolitik, hingga dinamika pasar pasca-Lebaran.

Pada Senin (31/3/2025), harga emas dunia telah menembus level US3.120 per troy ons.

Salah satu pemicunya adalah kebijakan tarif impor baru yang akan diterapkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai 2 April 2025.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk Tiongkok, Eropa, Kanada, dan Meksiko, tetapi juga dapat menjangkau negara-negara dengan surplus perdagangan terhadap AS, termasuk Indonesia.

Penerapan tarif impor ini berisiko memicu eskalasi perang dagang, yang pada akhirnya mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti emas.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut, bahkan terjadi di hari pertama Lebaran.

 Sementara itu, AS mengancam Iran jika tidak bersedia menegosiasikan program nuklirnya. Kondisi ini semakin memperkuat sentimen pasar yang mendorong kenaikan harga emas.

Kenaikan harga emas kerapkali diikuti oleh pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Pasca-Lebaran, diperkirakan rupiah akan semakin tertekan dan berpotensi mendekati level Rp17.000 per dolar AS, terutama setelah pasar dibuka kembali pada 7 April 2025.

Salah satu faktor yang memperburuk pelemahan rupiah adalah tidak adanya intervensi dari Bank Indonesia (BI) selama libur Lebaran.

BI tidak beroperasi penuh selama periode libur, sehingga tidak dapat melakukan stabilisasi di pasar valuta asing.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah hari ini berada di posisi Rp16.699 per dolar AS, melemah 0,72% (119 poin) dibandingkan posisi sebelumnya.

Maka jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan rupiah akan mencapai level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Antam

Tags

Rekomendasi

Terkini

X