KLIK SAJA – Sidang Istimewa yang diselenggarakan pemerintahan Indonesia diadakan pada bulan November 1998 sejak lengsernya Presiden Soeharto pada bulan Juni 1998.
Sidang ini akan menentukan jadwal Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan.
Di Jalanan, Mahasiswa tetap berteriak lantang tidak mengakui pemerintahan B.J. Habibie dan tidak percaya dengan para anggota DPR/MPR bentukan Orde Baru.
Tuntutan mahasiswa adalah menyingkirkan militer dari politik serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.
Baca Juga: Indonesia Gelar Dialog HAM ASEAN ke-6 di Jakarta, Soroti Penegakan HAM di Asia Tenggara
Sepanjang digelarnya Sidang Istimewa tersebut masyarakat bersama mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta serta kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Peristiwa demokrasi jalanan ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional, karena menyangkut transisi pemerintahan di Indonesia.
Setiap pergerakan mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari dari para aparat yang berjaga di jalanan.
Hingga pada tanggal 11 November 1998, terjadilah bentrokan antara mahasiswa, masyarakat dengan Pamswakarsa di sekitaran kompleks Tugu Proklamasi.
Lalu berlanjut pada tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah, namun tak berhasil menembus ke sana karena dikawal dengan sangat ketat oleh tentara, Brimob, serta Pamswakarsa.
Esok harinya, Jumat, 13 November 1998, mahasiswa dan masyarakat sudah bergabung dan mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya, bergabung dengan mahasiswa yang sudah berkumpul sekitaran kampus Universitas Atma Jaya Jakarta.
Baca Juga: Wow! Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai Minta Dana Triliunan Untuk Tuntaskan Permasalahan HAM
Namun kali ini mahasiswa bersama masyarakat terjebak dikepung dari dua arah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja.
Diperkirakan telah berkumpul puluhan juta orang gabungan masyarakat dan mahasiswa di sekitaran Semanggi.