KLIK SAJA - Sekitar sepekan setelah meraih poin pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) kembali beraksi menghadapi pemuncak awal Grup K, Kolombia, di Estadio Guadalajara pada Selasa waktu setempat.
Yoane Wissa mencetak gol bagi Leopards untuk menyamakan kedudukan melawan Portugal, sementara wakil Amerika Selatan tersebut akhirnya menundukkan Uzbekistan dengan skor 3-1 untuk mengamankan poin penuh pada laga pembuka turnamen mereka.
Tim asuhan Nestor Lorenzo, Kolombia, memasuki laga pembuka melawan Uzbekistan dengan mengetahui bahwa mereka dapat mengambil inisiatif awal di grup setelah Portugal hanya mampu bermain imbang dengan RD Kongo.
Los Cafeteros berhasil melakukannya, meskipun Uzbekistan yang dilatih Fabio Cannavaro sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan yang berlangsung menarik di Stadion Azteca.
Pada akhirnya, gol Luis Diaz pada menit ke-65 membawa Kolombia unggul 2-1.
Namun, hasil imbang masih menjadi ancaman hingga Jaminton Campaz memastikan kemenangan timnya pada menit kesembilan masa tambahan waktu babak kedua, membuat Uzbekistan tak lagi memiliki peluang untuk bangkit.
Kemenangan tersebut menjadikan Kolombia sebagai satu-satunya tim di Grup K yang meraih poin maksimal menjelang pertandingan Selasa.
Satu kemenangan lagi akan memastikan mereka lolos ke babak 32 besar.
Menyadari ketangguhan pertahanan Leopards, Los Cafeteros—yang berhasil mencapai perempat final dan babak 16 besar dalam dua penampilan Piala Dunia sebelumnya—akan berupaya meraih kemenangan yang memastikan tempat mereka di fase gugur.
Namun, pasukan Sebastien Desabre tentu tidak akan begitu saja memberikan jalan mudah bagi tim asuhan Lorenzo.
Kembalinya Leopards ke panggung dunia setelah penantian 52 tahun menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke Amerika Utara sekadar menjadi pelengkap turnamen.
Meski Desabre memilih menggunakan formasi lima bek—sesuatu yang sesekali ia terapkan—kebobolan lewat sundulan Joao Neves hanya enam menit setelah pertandingan dimulai sebenarnya bisa saja menggoyahkan mental timnya.
Akan tetapi, RD Kongo justru menunjukkan karakter dan mentalitas yang kuat. Mereka berhasil membatasi pasukan Roberto Martinez hanya menciptakan enam tembakan tambahan sepanjang sisa pertandingan, sementara mereka sendiri melepaskan delapan percobaan ke arah gawang lawan.
Para pendukung RD Kongo bahkan mungkin menyesali dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan untuk berbalik unggul 2-1 di akhir laga.