KLIK SAJA - Berusaha bangkit setelah kekalahan dari Pantai Gading, Ekuador menjadi favorit kuat untuk mengalahkan debutan Curacao dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Kansas City pada Sabtu waktu setempat ini berlangsung enam hari setelah La Tri menelan kekalahan pertama mereka dalam dua tahun terakhir.
Meski demikian, mereka percaya diri dapat memberikan kekalahan berikutnya kepada negara kepulauan tersebut.
Ekuador datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif, yakni tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan dan mencatatkan 13 clean sheet.
Mereka tampak berada di jalur yang tepat untuk memperpanjang rekor tersebut menjadi 20 pertandingan saat menghadapi Pantai Gading.
Namun, Amad Diallo memiliki rencana berbeda. Pemain Manchester United itu mencetak gol pada menit-menit akhir pertandingan dan memberikan kekalahan pertama dalam dua tahun kepada tim asuhan Sebastian Beccacece.
La Tri akan kembali beraksi di Kansas pada Sabtu malam saat menghadapi debutan Curacao, dengan tujuan menghindari posisi yang dapat membawa mereka ke ambang eliminasi.
Karena Jerman dan Pantai Gading—yang sama-sama memenangkan laga pembuka—akan saling berhadapan pada pertandingan lain di Grup E, wakil Amerika Selatan tersebut dapat memangkas jarak poin apabila meraih kemenangan, apa pun hasil pertandingan yang berlangsung di Toronto.
Meski kekalahan pada laga pertama membuat Ekuador berisiko mengakhiri fase grup hanya dengan tiga poin jika mereka kalah dari Jerman di pertandingan terakhir, La Seleccion tidak boleh terlalu jauh memikirkan skenario tersebut ataupun meremehkan lawan mereka akhir pekan ini.
Walaupun tim asuhan Beccacece diperkirakan mampu meraih tiga poin penuh, Curacao telah menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk menciptakan kejutan saat menghadapi Jerman pada laga pembuka hari Minggu lalu.
Meskipun skor akhir 7-1 menunjukkan dominasi mutlak Jerman, negara kepulauan tersebut mampu menahan juara dunia empat kali itu selama 38 menit, bahkan kedua tim nyaris memasuki jeda babak pertama dengan skor imbang.
Namun, tim asuhan Julian Nagelsmann mencetak dua gol sebelum turun minum yang meruntuhkan semangat Pantera Negra, sebelum menambah empat gol lagi pada babak kedua.
Tantangan bagi Dick Advocaat sekarang adalah membuat para pemainnya mampu mempertahankan performa yang mereka tunjukkan selama 38 menit melawan Jerman sepanjang 90 menit penuh saat menghadapi wakil Amerika Selatan tersebut.