KLIK SAJA - Drawing Piala Asia 2027 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di Arab Saudi harus mengalami penundaan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan menunda agenda tersebut karena mempertimbangkan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Jadwal baru pun akan diumumkan kemudian.
Meski tertunda, satu hal yang sudah menjadi sorotan adalah posisi Timnas Indonesia dalam pembagian pot.
Berdasarkan ranking FIFA per April 2026, skuad Garuda diprediksi masuk ke Pot 4—pot terbawah yang biasanya diisi oleh tim dengan peringkat lebih rendah.
Namun, menariknya, posisi ini justru menciptakan dinamika yang tidak biasa.
Indonesia di Pot 4, tapi Bukan Lawan “Mudah”
Secara teori, tim di Pot 4 sering dianggap sebagai “pelengkap” grup. Tapi situasi berbeda terjadi pada Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, performa Garuda menunjukkan peningkatan signifikan.
Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga kerap merepotkan bahkan mengalahkan tim-tim dengan ranking lebih tinggi.
Fakta ini membuat status Pot 4 terasa menipu—di atas kertas mungkin lemah, tetapi di lapangan bisa sangat berbahaya.
Beberapa tim kuat Asia bahkan pernah merasakan langsung kejutan dari Indonesia, termasuk Arab Saudi, Bahrain, hingga China dalam laga resmi sebelumnya.
Ancaman bagi Tim Pot 2 dan Pot 3
Dengan format drawing, Indonesia dipastikan akan satu grup dengan masing-masing satu tim dari Pot 1, Pot 2, dan Pot 3. Artinya, tim-tim dari tier menengah Asia berpotensi menghadapi Indonesia sejak fase grup.
Di sinilah letak “ancaman” tersebut. Negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Uni Emirat Arab, atau China tentu berharap tidak satu grup dengan Indonesia.
Bagi mereka, menghadapi tim kuat dari Pot 1 saja sudah cukup berat. Jika ditambah Indonesia yang sedang naik daun, peluang lolos ke babak 16 besar bisa semakin sulit.