Pertemuan terbaru kedua tim juga menjadi kekalahan terberat Nigeria dalam rivalitas ini, saat takluk 0-4 pada Kejuaraan Afrika 2018 (CHAN).
Sebagai tuan rumah, Maroko menjuarai Grup A dengan raihan tujuh poin, hasil dari kemenangan atas Komoro (2-0) dan Zambia (3-0) serta hasil imbang 1-1 melawan Mali. Tim asuhan Walid Regragui memadukan dukungan publik tuan rumah dengan organisasi pertahanan yang disiplin dan transisi menyerang yang tajam.
Di fase gugur, Singa Atlas menyingkirkan Kamerun 2-0, dengan bintang Real Madrid Brahim Díaz kembali menunjukkan ketajamannya.
Maroko menguasai pertandingan melalui penguasaan bola terstruktur, efektivitas bola mati, dan pertahanan yang rapat.
Gol pembuka Díaz dan gol kedua dari Ismael Saibari menjadi momen kunci yang menjaga rekor Maroko tetap tak terkalahkan dari permainan terbuka, sekaligus menegaskan kemampuan mereka mengelola risiko dan tampil efektif dalam laga bertekanan tinggi.
Pencapaian ini menandai penampilan semifinal AFCON kelima bagi Maroko dan menjadi kampanye paling signifikan sejak 2004.
Sebelumnya, Maroko hanya sekali mencapai final AFCON, yakni saat menjadi tuan rumah pada 1988. Satu kemenangan lagi akan membawa mereka ke final CAF senior ketiga dalam kurun satu tahun.
Sorotan utama tertuju pada performa Brahim Díaz, yang mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun, menjadikannya pemain pertama dalam 15 tahun terakhir yang selalu mencetak gol pada lima penampilan awalnya di AFCON.
Di sisi lain, kepiawaian taktik Regragui juga berperan besar dalam membentuk tim yang mampu mengombinasikan pertahanan pragmatis dengan serangan yang tajam.
Berbeda dengan pendekatan menyerang Nigeria, kekuatan Maroko bertumpu pada soliditas pertahanan.
Mereka baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan belum sekali pun kebobolan dari permainan terbuka, menjadikan mereka lawan yang sangat tangguh di kandang sendiri.
Kondisi Tim dan Prediksi
Nigeria mendapat pukulan besar jelang semifinal setelah kapten Wilfred Ndidi harus absen satu pertandingan akibat akumulasi kartu.
Dengan demikian, Chelle tidak dapat menurunkan gelandang Besiktas tersebut di Rabat, dan Raphael Onyedika diperkirakan akan menggantikannya setelah tampil impresif di fase grup, termasuk mencetak dua gol ke gawang Uganda.