KLIK SAJA - John Herdman dikenal sebagai pelatih yang suka membangun serangan dari belakang melalui penguasaan bola yang rapi.
Alih‑alih mengandalkan long ball, timnya biasanya memulai serangan dari lini pertahanan dengan mengalirkan bola ke bek dan gelandang pertama untuk kemudian progresif maju ke lini tengah.
Strukturnya sering kali menciptakan tambahan opsi lewat pola 3+1 di mana pemain gelandang turun untuk membantu sirkulasi bola.
Strategi ini memperlambat tekanan lawan dan memaksa mereka menyerang terlebih dahulu, sehingga memberi kesempatan tim untuk mengendalikan tempo.
Dengan gaya ini, kiper dan bek dituntut punya kemampuan umpan baik serta pintar membaca ruang.
Jika diterapkan di Timnas Indonesia, ini bisa menjadi perubahan signifikan dari gaya tradisional direct yang sering terlihat di sepak bola Asia Tenggara.
Pola seperti ini terlihat saat Herdman melatih Timnas Kanada.
Formasi Fleksibel yang Adaptif
Herdman bukan tipe pelatih yang terpaku pada satu formasi saja.
Selama kariernya, ia dikenal memanfaatkan formasi seperti 3‑4‑3 dan 3‑4‑2‑1 yang bisa berubah menjadi struktur empat bek saat bertahan.
Variasi formasi ini membuat timnya lebih fleksibel menghadapi berbagai situasi permainan.
Formasi 3‑4‑2‑1, misalnya, memungkinkan dua pemain di belakang striker untuk bergerak lebih bebas dan menciptakan kombinasi serangan dari tengah.
Artikel Terkait
Prediksi Zimbabwe Vs Afrika Selatan, Bafana Bafana Cuma Butuh Imbang Untuk Lolos Fase Gugur Piala Afrika 2025
Prediksi Zambia Vs Maroko, Saatnya Tuan Rumah Tunjukkan Penampilan Terbaik
Prediksi Roma Vs Genoa, Partai Reuni Nostalgia Kedua Pelatih di Olimpico
Prediksi Tanzania Vs Tunisia, Elang Kartago dan Taifa Stars Saling Bunuh Demi Tiket Babak Gugur Piala Afrika 2025
Prediksi Uganda Vs Nigeria, Elang Super Bersiap Sapu Bersih Kemenangan Grup C Piala Afrika 2025