Meski demikian, Mesir tidak boleh terlalu jauh memandang ke depan, terlebih mereka akan menghadapi Zimbabwe yang baru saja melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk Marinica sebagai pengganti Nees.
Perubahan di tubuh Warriors menjelang turnamen bisa berdampak ganda: mereka bisa tampil mengejutkan dengan pendekatan taktik baru, atau justru kesulitan pada penampilan keenam mereka di putaran final AFCON.
Secara logika, Zimbabwe diperkirakan akan menghadapi tantangan berat di turnamen ini, mengingat performa mereka di fase kualifikasi tergolong kurang meyakinkan.
Mereka gagal mencetak gol pada dua laga awal dan membutuhkan penalti Khama Billiat untuk mengalahkan Namibia pada pertandingan ketiga, yang menunjukkan adanya masalah dalam menciptakan peluang.
Menariknya, dua dari enam gol Zimbabwe di babak kualifikasi berasal dari titik penalti.
Meski catatan tiga clean sheet—termasuk saat menghadapi juara lima kali Kamerun—menjadi modal positif, Warriors tetap harus tampil disiplin di lini belakang dan memaksimalkan setiap peluang jika ingin menambah tiga kemenangan mereka sepanjang sejarah AFCON.
Kondisi Tim dan Prediksi
Meski Salah menjadi tumpuan utama Mesir, Trezeguet justru mencetak gol lebih banyak pada fase kualifikasi, dengan empat gol berbanding dua milik sang kapten.
Mantan pemain Aston Villa itu berpotensi memberi pengaruh besar bagi The Pharaohs.
Hassan juga masih mempertimbangkan pilihan di lini depan, dengan Omar Marmoush dan Mostafa Mohamed bersaing untuk satu tempat sebagai starter.
Mostafa Mohamed mencetak empat gol pada AFCON 2023, menegaskan kapasitasnya sebagai penyerang yang efektif di turnamen besar.
Penjaga gawang senior Mohamed El Shenawy memang tidak terlibat pada AFCON 2017, tetapi menjadi bagian dari skuad pada edisi 2021.
Namun, cedera otot membuatnya tidak dapat menyelesaikan turnamen tersebut.
Kini berusia 37 tahun, AFCON 2025 bisa menjadi kesempatan terakhir bagi El Shenawy untuk meraih kejayaan di level internasional, setelah sebelumnya merasakan sukses di level klub bersama Al Ahly dengan empat gelar Liga Champions CAF.
Di kubu Zimbabwe, Walter Musona—pencetak dua gol di babak kualifikasi—tidak masuk dalam daftar 28 pemain. Namun, kapten tim Knowledge Musona tetap menjadi bagian dari skuad.