Meski begitu, hasil imbang itu tetap menjadi hiburan setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan kandang beruntun.
Satu-satunya kemenangan Fiorentina musim ini datang di UEFA Conference League, membuat posisi pelatih Stefano Pioli semakin genting. Pioli—yang baru saja mencatat kekalahan ke-500 di Serie A melawan mantan klubnya, AC Milan—kini kembali ke tempat yang penuh kenangan, San Siro, di mana ia pernah membawa Milan juara, namun juga pernah dipecat saat melatih Inter hanya enam bulan.
Kabar Tim
Inter masih belum bisa diperkuat Marcus Thuram yang cedera hamstring dan kemungkinan besar absen lagi tengah pekan ini, meski berpeluang pulih untuk laga akhir pekan nanti.
Sebagai gantinya, Ange-Yoan Bonny—yang mencatat lima kontribusi gol dalam tiga laga terakhir di Serie A—berpotensi kembali berduet dengan Lautaro Martinez di lini depan.
Alternatif lainnya adalah Francesco Pio Esposito, striker muda Italia yang sedang naik daun.
Gelandang senior Henrikh Mkhitaryan juga diragukan tampil setelah mengalami cedera paha saat menghadapi Napoli, yang membuat Chivu mungkin harus melakukan rotasi di lini tengah.
Maka dengan jadwal padat hingga jeda internasional berikutnya, perubahan susunan pemain tampaknya tak terhindarkan.
Di kubu Fiorentina, Stefano Pioli dipastikan akan menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menyelamatkan posisi di kursi pelatih.
Di lini depan, Moise Kean kemungkinan besar akan kembali menjadi starter, didampingi oleh Albert Gudmundsson atau Roberto Piccoli, sementara mantan striker Inter, Edin Dzeko, siap menjadi opsi dari bangku cadangan.
Fiorentina akan tampil tanpa Tariq Lamptey dan Christian Kouamé, meski Kouamé sudah kembali berlatih penuh setelah absen panjang karena cedera lutut serius (ACL).
Inter jelas difavoritkan untuk menang di kandang sendiri, terutama mengingat performa buruk Fiorentina di liga dan tekanan besar yang menghantui Pioli.
Namun, La Viola telah menunjukkan semangat juang tinggi dalam beberapa pertandingan terakhir, dan tidak akan menyerah begitu saja, walau belum pernah raih kemenangan.
Bagi Inter, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga kesempatan untuk memulihkan mental juara setelah terpeleset di Napoli.
Sementara bagi Fiorentina, hasil positif di San Siro bisa menjadi awal kebangkitan dari keterpurukan.***