KLIK SAJA - Setelah kalah dalam duel panas antar kandidat juara Serie A pekan lalu, Inter Milan akan berusaha bangkit saat menjamu Fiorentina di San Siro, Rabu malam waktu setempat.
Kekalahan tersebut mengakhiri tujuh kemenangan beruntun Inter di semua kompetisi, dan kini skuad Cristian Chivu bertekad memulai rentetan baru—bahkan sekaligus memperdalam krisis yang tengah melanda kubu La Viola.
Datang ke Napoli dengan status tim paling konsisten di Italia, Inter awalnya begitu percaya diri bisa menaklukkan juara bertahan yang musim lalu merebut Scudetto dari genggaman mereka di laga penutup.
Namun kenyataan berkata lain. Inter harus takluk 1–3 di Stadio Diego Armando Maradona, gagal mempertahankan posisi puncak klasemen Serie A.
Tiga gol Napoli—termasuk penalti babak pertama dari Kevin De Bruyne dan dua gol indah di babak kedua—menghentikan laju kemenangan panjang Inter.
Satu-satunya gol balasan Inter datang dari titik putih lewat Hakan Calhanoglu, namun meski dua kali membentur tiang, itu menjadi satu-satunya gol mereka di laga yang diwarnai ketegangan dan adu emosi hingga peluit akhir.
Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Inter sejak September, ketika mereka tumbang dari rival abadi Juventus.
Kini, tanpa banyak waktu untuk berbenah, mereka harus segera fokus menghadapi Fiorentina di kandang sendiri.
Pertemuan terakhir kedua tim di San Siro, Februari lalu, dimenangkan Inter dengan skor 2–1, dan melihat kondisi lawan saat ini, Chivu tentu berharap hasil serupa bisa terulang.
Sementara itu, memori kemenangan telak 3–0 atas Inter musim lalu di Artemio Franchi sudah lama memudar bagi Fiorentina, yang kini terjebak di zona degradasi Serie A setelah hanya mengumpulkan empat poin dari delapan pertandingan musim 2025–26.
Ironis, Fiorentina belum sekalipun menang di Serie A musim ini. Namun akhir pekan lalu, mereka setidaknya berhasil menghindari kekalahan dalam Derby dell’Appennino kontra Bologna.
Tertinggal dua gol, La Viola bangkit lewat dua penalti yang dikonversi Albert Gudmundsson dan Moise Kean, memanfaatkan momen saat Bologna bermain dengan 10 pemain.
Mereka bahkan hampir meraih kemenangan dramatis di menit ke-99, andai Dodo tidak gagal memanfaatkan peluang emas.