KLIK SAJA - Dengan kurang dari satu tahun menuju kick-off Piala Dunia 2026, tim nasional Amerika Serikat (AS) tengah bersiap menguji kekuatan skuad mereka melalui serangkaian laga uji coba internasional, dimulai dengan pertandingan melawan Ekuador di Texas pada 11 Oktober.
Tim asal Amerika Selatan itu juga telah memastikan tempat mereka di turnamen dunia tahun depan, dan akan memanfaatkan setiap kesempatan uji coba untuk memperbaiki pencapaian terbaik mereka sejauh ini — mencapai babak 16 besar pada tahun 2006.
Sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, Amerika Serikat kini dapat sepenuhnya memfokuskan perhatian mereka untuk memberi kesempatan kepada para pemain agar bisa menunjukkan kemampuan demi meraih tempat di skuad final musim panas mendatang.
Di bawah arahan Mauricio Pochettino, yang mulai menjabat pada September tahun lalu, AS telah mencatat hasil yang cukup beragam — memenangi 11 dari 18 pertandingan yang telah dijalani sejauh ini.
Dalam dua laga internasional terakhir, AS menang 2–0 atas Jepang, namun kemudian harus tunduk 0–2 dari Korea Selatan.
Baca Juga: Prediksi Bulgaria Vs Turki, Momen Kebangkitan Anak Asuh Vicenzo Montella Saat Hadapi The Lions
Meski begitu, The Stars and Stripes memiliki rekor yang cukup baik melawan Ekuador, dengan tiga kemenangan beruntun dan tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir.
Secara keseluruhan, dari 15 pertemuan, kedua tim mencatat hasil yang imbang dengan lima kemenangan masing-masing , sehingga laga persahabatan kali ini bisa berjalan seimbang dan sulit diprediksi.
Empat kekalahan dalam 10 pertandingan terakhir di bawah asuhan Pochettino bukanlah catatan buruk, dan dengan bermain di kandang sendiri, tim nasional Amerika Serikat tentu optimistis bisa meraih hasil positif pada Sabtu ini.
Sebastián Beccacece ditunjuk sebagai pelatih kepala Ekuador sedikit lebih dari sebulan sebelum Amerika Serikat secara resmi memperkenalkan mantan pelatih Tottenham Hotspur itu sebagai manajer mereka.
Federasi Sepak Bola Ekuador memberinya kontrak hingga tahun 2030, setelah gelaran Copa America musim lalu, dan sejauh ini hasil yang ditunjukkan cukup mengesankan.
Dalam 12 pertandingan di bawah asuhannya, Ekuador meraih lima kemenangan, dengan hanya satu kali kalah dan enam kali imbang.
Pelatih asal Argentina berusia 44 tahun itu telah menanamkan identitas permainan yang jelas, memberikan kebebasan berekspresi kepada para pemain, namun tetap menekankan disiplin pertahanan yang solid.
Di bawah asuhan Beccacece, La Tri hanya kebobolan dua gol, menunjukkan kekokohan lini belakang yang akan mereka pertahankan menjelang Piala Dunia tahun depan.