Di babak kedua akhirnya serangan Brighton menemukan hilal-nya di menit 56'. Skema umpan terobosan van Hecke berhasil disentuh oleh Joao Pedro sebagai umpan flick kepada Carlos Baleba yang ada di belakangnya. Tanpa banyak pikir, pemain tengah itu segera kirimkan tembakan keras menembus jala Bernd Leno.
Seleberasi salto langsung dipertontonkan Baleba yang harus absen di laga sebelumnya melawan Soton karena akumulasi kartu kuning.
Fulham berhasil unggul kembali di menit 79' setelah Matt O'Riley membelokkan sepak pojok Andreas Pereira ke gawangntya sendiri. Di tengah kerumunan yang melompat di depannya, ternyata bola lolos dan menyentuh badan pemain 24 tahun tersebut dan berbelok ke arah gawangnya.
Alex Iwobi menunjukkan aksi individunya di menit 87' untuk merobek jala Verbruggen kedua kalinya. Bergerak dari sisi kiri, mantan pemain Arsenal dan Everton mencuri kesempatan menendang dari sudut sempit dalam kawalan empat pemain The Seagulls.
Bola meluncur mulus ke sudut kiri bawah gawang Varbruggen dan menjadi kebobolan yang ke-20 bagi Brighton di Premier League sejauh ini.
Baca Juga: Prediksi Inter Milan vs Parma, Waktunya Lautaro Martinez Berbicara Kepada Dunia
Kenaifan Build-Up Play The Seagulls
Anak asuh Fabian Hurzeler secara overall mampu unggul dalam penguasaan bola (57%) maupun total tembakan (13:6). Namun satu hal yang membuat mereka kalah adalah kenaifan yang mempersulit dirinya sendiri.
Gol pembuka Alex Iwobi adalah mercusuarnya. Di awal laga yang seharusnya masih mencari ritme, Bart Verbruggen malah mengambil resiko terlalu besar untuk melakukan build-up di lini belakang.
Pelatih Fulham Marco Silva tentu sudah mempelajari gaya ini, sehingga perangkap yang disiapkan Harry Wilson dan Rodrigo Muniz di lini depan membuat Alex Iwobi bisa mencuri bola tanggung yang diberikan sang kiper pada Carlos Baleba.
Gol inilah yang mempersulit upaya Brighton untuk menguasai pertandingan, karena menciptakan sebuah trauma pada momen build-up lagi.
Meski demikian, permainan umpan pendek tidak akan dihentikan oleh Fabian Hurzeler ke depannya. Hal itu sudah menjadi ciri khas Brighton bahkan sejak era Roberto De Zerbi.
Penting bagi menajer muda tersebut untuk meningkatkan akurasi para pemainnya, dan menimbang resiko atas kesalahan di lini belakang.
Hari Minggu, Fulham bakal melakoni Derby London melawan Arsenal di Craven Cottage, sedangkan Brighton akan melawat ke markas klub yang punya manajer anyar Leicester City. Selisih satu poin bisa membuat posisi keduanya berubah di akhir matchday 15 nanti.
Artikel Terkait
Prediksi Bournemouth vs Tottenham Hotspur, Dua Tim Inkosisten Berburu Tiga Poin
Bukan Hanya Salah Federico Valverde, Real Madrid tak Seimbang Karena Terlalu Banyak Matahari
Prediksi Inter Milan vs Parma, Waktunya Lautaro Martinez Berbicara Kepada Dunia
Prediksi Atalanta vs AC Milan, Pembuktian Charles De Katelaere Terhadap Tim yang Menyia-nyiakan Bakatnya
Tokoh di Balik Gaya 'Netting' Andalan Hendra Setiawan, Sang Peraih Medali Emas di Olimpiade Beijing 2008 yang Kini Putuskan Gantung Raket!
Rafael Struick Perkuat Garuda di Babak Penyisihan Grup AFF 2024, Bikin Malaysia hingga Vietnam Auto Ketar-ketir!