KLIK SAJA - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan dalam laga ketiga Europa League 2024/2025 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Fenerbahce di Sukru Saracoglu Stadium, Jumat (25/10/2024) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi ajang reuni yang menarik bagi beberapa sosok di kedua kubu.
Jose Mourinho yang kini menukangi Fenerbahce pernah memimpin Setan Merah meraih gelar Liga Europa pada 2017, sementara Fred dan Sofyan Amrabat juga pernah membela Manchester United. Di sisi lain, Erik ten Hag bertemu dengan mantan anak asuhnya di Ajax, Dusan Tadic, yang kini membela Fenerbahce. Pertandingan sengit ini pun berakhir tanpa pemenang, membuat Manchester United kembali berbagi poin di laga ketiga fase grup.
BACA JUGA : Roberto Mancini dan Arab Saudi Pisah Resmi Jalan, Korban Kedua dari King Indo?
Manchester United memasuki laga ini dengan catatan dua kali hasil imbang sebelumnya, 1-1 melawan FC Twente dan 3-3 saat menghadapi FC Porto. Dengan hanya mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan, Setan Merah jelas lebih membutuhkan kemenangan ketimbang Fenerbahce, yang sudah mengantongi empat poin. Namun, beban itu semakin berat karena absennya Bruno Fernandes yang harus menepi akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Porto. Untuk mengisi peran kreatif di lini tengah, Erik ten Hag menunjuk Christian Eriksen sebagai pengatur serangan.
United memulai laga dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-15, mereka berhasil membuka keunggulan melalui gol Christian Eriksen. Gol ini bermula dari serangan yang dibangun Alejandro Garnacho di sisi kiri. Garnacho menusuk pertahanan Fenerbahce dan mengirimkan bola yang diterima Joshua Zirkzee yang berada di posisi strategis. Zirkzee dengan cermat memberikan umpan matang kepada Eriksen yang berdiri di garis kotak penalti, dan tanpa ragu melepaskan tembakan terarah yang tak mampu dihentikan oleh kiper Dominik Livakovic. Skor 1-0 untuk keunggulan Setan Merah.
Tak lama setelah gol tersebut, Manchester United hampir saja menggandakan keunggulan. Pada menit ke-21, Marcus Rashford melepaskan tendangan kaki kiri yang mengarah ke gawang Fenerbahce. Namun, bola hanya melebar tipis dari gawang Livakovic.
Fenerbahce mulai bangkit menjelang akhir babak pertama. Jose Mourinho menginstruksikan timnya untuk bermain lebih menyerang, dan tekanan dari klub Turki ini mulai membuahkan hasil. Pada menit ke-42, Dusan Tadic nyaris menyamakan kedudukan lewat tembakan keras yang sayangnya masih bisa diblok oleh Manuel Ugarte. Tak lama berselang, Youssef En-Nesyri mendapatkan dua peluang emas melalui sundulan. Namun, kedua upayanya masih bisa digagalkan oleh Andre Onana yang tampil apik di bawah mistar United. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan sementara Manchester United.
BACA JUGA : Gol Kung-fu Erling Haaland vs Zlatan Ibrahimovic, Mana yang Lebih Berkelas?
Memasuki babak kedua, Fenerbahce langsung memberikan tekanan kepada lini pertahanan Manchester United. Strategi menyerang yang diterapkan Mourinho akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-49. En-Nesyri berhasil menyamakan kedudukan lewat tandukan keras yang memanfaatkan umpan silang dari Allan Saint-Maximin. Sundulan En-Nesyri yang akurat dan bertenaga itu membuat Onana tak berkutik, dan skor pun berubah menjadi 1-1.
Bukan Jose Mourinho kalau tidak mengambil panggung di sebuah partai nostalgia ini. Pelatih asal Portugal ini mendapat kartu merah pada menit ke-58. Ia dianggap terlalu keras memprotes keputusan wasit Clement Turpin yang tidak memberikan penalti kepada timnya setelah Bright Osayi-Samuel dijatuhkan Manuel Ugarte di dalam kotak penalti. Namun, wasit asal Prancis itu menolak memberi hadiah penalti kepada tuan rumah.
Mourinho kemudian melakukan protes keras kepada wasit keempat. Clement Turpin datang untuk menganalisa situasi dan akhirnya menghadiahi Mourinho kartu merah langsung. Mourinho terlihat berada di tribun penonton usai mendapat kartu merah dan ia masih bisa aktif memberikan instruksi kepada asistennya.
Setelah momen tersebut, kedua tim saling bertukar serangan. Manchester United mencoba untuk kembali unggul melalui eksplosivitas Rasmus Hojlund yang baru diturunkan di babak kedua, namun rapatnya barisan belakang Fenerbahce membuat mereka kesulitan menembus pertahanan lawan. Di sisi lain, Fenerbahce juga beberapa kali mengancam lewat pergerakan Tadic dan Saint-Maximin di sayap, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Posisi Klasemen dan Tantangan ke Depan
Hasil imbang ini menempatkan Manchester United di posisi ke-21 dalam klasemen sementara Europa League dengan total perolehan 3 poin dari tiga pertandingan. Posisi ini membuat mereka harus segera mencari kemenangan jika ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar. Sementara itu, Fenerbahce dengan tambahan satu poin kini mengoleksi 5 poin dan berada di peringkat ke-14, posisi yang masih cukup aman untuk bersaing menuju fase gugur.
Artikel Terkait
Belum Resmi Juara MLS, Mengapa Inter Miami Bisa Lolos ke Piala Dunia Antarklub 2025?
Vinicius Jr Cetak Hattrick dalam Comeback Gemilang Real Madrid atas Dortmund, Siap Raih Ballon d'Or?
Pimpin Klasemen UCL, Unai Emery Memasak Sesuatu yang Besar di Aston Villa
Rest in Peace Om Rudy William Keltjes, Franz Beckenbauer-nya Indonesia
Hattrick Raphinha dan Visi Fermin Lopez Hapus Rekor Buruk Blaugrana dari Die Roten
Alert! Atletico Madrid Kandas 1-3 dari Lille di Kandang, Tanda Diego Simeone Mulai Kehilangan Magisnya?
Gol Kung-fu Erling Haaland vs Zlatan Ibrahimovic, Mana yang Lebih Berkelas?
Roberto Mancini dan Arab Saudi Pisah Resmi Jalan, Korban Kedua dari King Indo?