KLIK SAJA - Inter Miami kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia, bukan hanya karena keberadaan Lionel Messi di dalam skuad mereka, tetapi juga karena keputusan mengejutkan FIFA yang memasukkan klub asal Amerika Serikat ini sebagai salah satu peserta Piala Dunia Antarklub 2025. Keputusan ini menimbulkan kontroversi, mengingat Inter Miami belum resmi menjadi juara MLS (Major League Soccer), kompetisi utama sepak bola Amerika Serikat.
Keikutsertaan Inter Miami di turnamen bergengsi tersebut memicu pro dan kontra. Banyak pihak mempertanyakan mengapa klub yang baru memenangkan trofi Supporters' Shield bisa lolos ke Piala Dunia Antarklub, padahal mereka belum mengunci gelar juara MLS di babak playoff. Hal ini memicu spekulasi bahwa masuknya Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub lebih karena faktor Lionel Messi dan popularitas klub tersebut, bukan prestasi mereka di lapangan.
Sedikit pembanding, pada tahun 2022 Seattle Sounders mengikuti Piala Dunia Antarklub yang masih berdasarkan kontinental, setelah menjadi juara Piala Concacaf yang mempertemukan klub Amerika Utara dan Amerika Tengah. Pengumuman lolosnya Inter Miami ke gelaran perdana Piala Dunia Antarklub dengan format baru ini jelas membuat banyak dahi berkerut.
Kontroversi: Faktor Messi dan Beckham
Kehadiran Lionel Messi di Inter Miami sejak pertengahan 2023 jelas membawa dampak besar bagi klub. Sejak Messi bergabung, Inter Miami langsung menjadi pusat perhatian dunia. Ditambah lagi, keberadaan David Beckham sebagai salah satu pemilik klub juga menambah daya tarik global. Namun, hal ini justru menjadi sumber kontroversi terkait lolosnya Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub 2025. Banyak pengamat dan fans sepak bola menyebut bahwa klub tersebut "dianakemaskan" karena keberadaan mereka berdua.
Keputusan FIFA atau MLS?
Banyak yang beranggapan bahwa MLS memainkan peran besar dalam keputusan ini. Namun, pihak MLS segera menjelaskan bahwa penunjukan Inter Miami sebagai peserta Piala Dunia Antarklub 2025 sepenuhnya merupakan wewenang FIFA. MLS menegaskan bahwa mereka tidak memiliki andil dalam keputusan ini, dan hanya FIFA yang memiliki hak untuk menentukan klub mana saja yang akan berpartisipasi.
FIFA, yang berencana memperluas Piala Dunia Antarklub menjadi 32 tim pada 2025, memang memiliki wewenang penuh dalam mengundang tim-tim peserta. Kendati demikian, pilihan FIFA untuk memasukkan Inter Miami—tim yang belum memenangi kejuaraan MLS—tetap dianggap kontroversial. Beberapa pihak menilai bahwa keputusan ini lebih berdasarkan alasan komersial dan popularitas Messi, daripada prestasi klub di kompetisi domestik.
Nada sumbang pun muncul dari berbagai kalangan. Banyak yang merasa bahwa Inter Miami tidak pantas mendapatkan tempat di turnamen bergengsi ini karena mereka belum mengamankan gelar MLS ataupun Piala Concacaf. Piala Dunia Antarklub, dalam tradisi sepak bola, seharusnya menjadi ajang bagi juara-juara liga dari seluruh dunia untuk bersaing. Namun, dengan keikutsertaan Inter Miami, banyak yang merasa bahwa FIFA telah mengabaikan nilai sportifitas demi alasan komersial.
BACA JUGA : Gol ke-907 Cristiano Ronaldo Beri Kemenangan Dramatis Al Nassr atas Al Shabab
Trofi Supporters' Shield Bukanlah Gelar Juara Sebenarnya
Trofi Supporters' Shield memang prestasi yang patut diapresiasi, karena menandakan bahwa Inter Miami menjadi tim dengan performa terbaik di musim reguler MLS. Namun, dalam struktur kompetisi MLS, gelar juara sebenarnya baru diberikan setelah babak playoff selesai. Babak playoff merupakan format knock-out di mana tim-tim terbaik dari musim reguler bertarung untuk memperebutkan trofi juara MLS.
Biasanya, tim yang lolos ke Piala Dunia Antarklub adalah para juara dari kompetisi domestik atau regional, seperti juara Liga Champions Eropa, Copa Libertadores, atau juara liga dari benua lain. Namun, dengan ekspansi Piala Dunia Antarklub menjadi 32 tim pada 2025, FIFA tampaknya ingin memperluas cakupan turnamen dengan mengundang tim-tim dari berbagai liga, termasuk MLS.
Keputusan untuk memasukkan Inter Miami ke dalam turnamen ini jelas memicu pertanyaan tentang kriteria kelolosan yang digunakan FIFA. Ini menjadi diskusi panjang yang mungkin akan terus berlanjut hingga turnamen tersebut digelar.
Tidak berniat mengundang Al Nassr dengan alasan lain juga, FIFA?
Artikel Terkait
Prediksi AS Monaco vs Lille, Kesempatan Besar Bagi George Ilenikhena
Gol ke-907 Cristiano Ronaldo Beri Kemenangan Dramatis Al Nassr atas Al Shabab
Penalti Kvaratskhelia Antar Napoli Kalahkan Empoli dan Amankan Capolista
Tanpa Penonton, Gol Telat Privat Mbarga Beri Kemenangan Dramatis Bali United atas Persita