Saat prosesi berlangsung, terjadi insiden bendera yang sempat terlipat.
Petugas kemudian segera melakukan perbaikan agar upacara tetap berjalan.
Namun, tindakan Camat Fredy setelah kejadian tersebut menjadi sorotan.
"Namun sebelum upacara selesai, Camat meminta petugas yang bertanggung jawab untuk push up," tulis postingan itu.
Tindakan Push Up Dinilai Mempermalukan Petugas
Menurut informasi yang beredar, perangkat desa mempermasalahkan tindakan tersebut.
Mereka menilai pemberian hukuman di depan peserta upacara dapat membuat petugas merasa dipermalukan.
"Tindakan tersebut, oleh perangkat desa dianggap bisa mempermalukan petugas di hadapan peserta upacara lainnya," sambungnya.
Persoalan itu kemudian menjadi salah satu alasan munculnya desakan terhadap Camat Selogiri.
Namun, tudingan tersebut masih berasal dari keluhan perangkat desa yang beredar.
Belum ada keputusan resmi terkait evaluasi jabatan Camat Selogiri.
Baca Juga: Wacana MBG Berbasis Kantin Sekolah Jadi Sorotan, Ini Skema Baru Badan Gizi Nasional untuk Siswa
Ada Keluhan Soal Ucapan di Forum Resmi
Selain insiden upacara, perangkat desa juga menyampaikan keluhan lain.
Salah satunya terkait dugaan penggunaan kata-kata yang dianggap tidak pantas dalam forum pemerintahan.
Artikel Terkait
PELNI Tambah Kesiapan Armada Sambut Musim Libur Sekolah 2026, Ini 5 Persiapan Kapal Laut untuk Perjalanan Aman dan Nyaman
Kasus Pelemparan Kereta Api Meningkat di 2026, Kenapa Banyak Pelaku Anak di Bawah Umur dan Apa Risikonya?
Suroboyo Bus Alami Kecelakaan di Surabaya, Sopir Bisa Dikenai Sanksi Mulai Peringatan hingga Pemberhentian
Bus AKDP Tulungagung-Trenggalek Dialihkan Akibat Perbaikan Jalan Nasional, Simak 5 Tips Perjalanan Tetap Lancar
Lion Air Perkuat Layanan Umrah dengan Tambahan Jadwal Penerbangan, Berikut 5 Persiapan Menuju Arab Saudi