Kasus Pelemparan Kereta Api Meningkat di 2026, Kenapa Banyak Pelaku Anak di Bawah Umur dan Apa Risikonya?

photo author
- Kamis, 4 Juni 2026 | 05:23 WIB
Kasus Pelemparan Kereta Api Meningkat di 2026, Kenapa Banyak Pelaku Anak di Bawah Umur dan Apa Risikonya? (Ilustrasi gambar)
Kasus Pelemparan Kereta Api Meningkat di 2026, Kenapa Banyak Pelaku Anak di Bawah Umur dan Apa Risikonya? (Ilustrasi gambar)

KLIK SAJA - Aksi pelemparan terhadap kereta api kembali menjadi perhatian setelah PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat 19 kasus pelemparan kereta api sepanjang 2026 hingga awal Juni.

Ironisnya, sebagian besar pelaku yang berhasil diamankan masih berusia di bawah 17 tahun.

Pelemparan kereta api bukan sekadar kenakalan biasa karena dapat membahayakan penumpang, masinis, hingga perjalanan kereta secara keseluruhan.

Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui masyarakat.

Risiko Melukai Penumpang dan Masinis

Pelemparan benda keras ke arah kereta api dapat menyebabkan kerusakan pada kaca rangkaian.

Saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi, batu kecil sekalipun bisa berubah menjadi benda berbahaya.

Serpihan kaca akibat benturan dapat mengenai wajah, mata, atau tubuh penumpang.

Masinis juga berisiko terganggu konsentrasinya ketika insiden terjadi di bagian depan kereta.

Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko gangguan perjalanan yang lebih serius.

Karena itu, aksi pelemparan kereta dianggap sebagai ancaman keselamatan publik.

Baca Juga: PELNI Tambah Kesiapan Armada Sambut Musim Libur Sekolah 2026, Ini 5 Persiapan Kapal Laut untuk Perjalanan Aman dan Nyaman

Kasus Banyak Melibatkan Anak di Bawah Umur

Dari sejumlah kasus yang terjadi, sebagian besar pelaku yang diamankan masih berusia di bawah 17 tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X