Yuk Daftar! ICCN Buka Kolaborasi Riset Kota Kreatif Indonesia untuk Akademisi dan Peneliti

photo author
- Jumat, 20 Maret 2026 | 07:45 WIB
Yuk Daftar! ICCN Buka Kolaborasi Riset Kota Kreatif Indonesia untuk Akademisi dan Peneliti
Yuk Daftar! ICCN Buka Kolaborasi Riset Kota Kreatif Indonesia untuk Akademisi dan Peneliti
  • Joint research
  • Co-authoring jurnal atau publikasi ilmiah
  • Penyusunan policy brief
  • Pengembangan dataset ekonomi kreatif
  • Kontribusi ke Knowledge Library ICCN
  • Forum ilmiah dan diskusi riset

“Melalui Researcher Pool ICCN, kami ingin membangun komunitas peneliti yang kuat dan berkontribusi dalam pengembangan kota/kabupaten kreatif Indonesia,” tambah Anggrean Renozonarca.

Baca Juga: Cek Disini! Daftar Mall dan Tempat Wisata yang Buka Saat Lebaran di Semarang Lengkap Jam Operasionalnya

Jadwal dan Cara Daftar

Bagi akademisi, dosen, mahasiswa pascasarjana, hingga praktisi riset yang tertarik, pendaftaran dibuka melalui laman resmi ICCN.

Alur waktu kolaborasi riset:

  • Submission: 18 Maret – 26 April 2026
  • Kurasi & Mapping: 18 April – 10 Mei 2026
  • Onboarding: 11 – 17 Mei 2026
  • Output & Diseminasi: 18 – 31 Mei 2026

ICCN juga mengingatkan agar kesempatan ini tidak dilewatkan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam pengembangan kota kreatif di Indonesia.

ICCN Siapkan Jurnal Kota dan Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan yang sama, Deputi 3 ICCN, Amar Alfabet mengungkapkan rencana peluncuran jurnal ilmiah khusus.

“Sebagai bentuk komitmen, kami juga akan membuat Jurnal Kota dan Ekonomi Kreatif untuk mewadahi basis keilmuan dari ICCN terkait kota/kabupaten kreatif serta ekraf,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi wadah bagi para peneliti untuk mempublikasikan hasil riset sekaligus memperkuat ekosistem pengetahuan di sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga: Pemudik Harus Tahu Ini! Rekayasa Lalu Lintas dan Tol Baru untuk Mudik Lebaran 2026

Kolaborasi Jadi Kunci Kota Kreatif Masa Depan

Inisiatif ICCN ini menunjukkan bahwa pengembangan kota kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara data, riset, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagi para akademisi dan peneliti, ini bukan sekadar peluang, tapi juga ruang untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis kreativitas di Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X