Mereka bertahan sembilan jam penuh, dengan tubuh gemetar dan napas tak menentu.
Tidak ada makanan, tidak ada penerangan, hanya ketakutan yang terus mengetuk-ngetuk dada.
Di bawah mereka, suara air menggeram seperti ancaman yang tak berhenti.
Sang ibu terus menguatkan diri, mengatakan bahwa ia harus bertahan untuk anak perempuannya.
Malam itu menjadi malam terpanjang dalam hidupnya, malam yang akan ia ingat selamanya.
Zaid Ditemukan 5 Hari Kemudian dalam Keadaan Mengenaskan
Lima hari setelah banjir, tubuh Zaid ditemukan warga di sebuah persawahan jauh dari rumahnya.
Tubuh kecil itu sudah membengkak, namun masih bisa dikenali oleh keluarganya.
Banyak orang yang berhenti bicara karena ketika foto anak itu juga ditemukan utuh, masih dalam plastik bening yang sama.
“Itu rezeki saya,” kata sang ibu, sambil menatap foto itu dengan tangan gemetar.
Baginya, foto itu seperti pulang untuk memberi salam terakhir. Walau kusut, foto itu menjadi simbol perjalanan panjang seorang anak kecil yang tidak sempat besar.
Baca Juga: Aturan Usia Medsos Diperketat, PSE Kini Bisa Disanksi Jika Kebobolan Pengguna Anak di Bawah Umur
Bahkan di tengah kehilangan, sang ibu merasa Tuhan masih menitipkan sedikit kenangan yang bisa ia simpan.
Suaminya Belum Ditemukan
Artikel Terkait
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?
Duka Sumatera Setelah Banjir dan Longsor! BNPB Paparkan Angka Korban, Wilayah Masih Terisolasi, dan Upaya Penyelamatan
Tim Gabungan Genjot Pembersihan Lumpur, Mobilitas Warga dan Distribusi Barang di Aceh–Sumbar Mulai Lancar
Bahlil Sebut Izin Tambang Bisa Dicabut jika Terbukti Merusak Lingkungan di Sumatera
Indonesia Negara Paling Dermawan? Penanganan Bencana Sumatera Jadi Bukti Nyata di Lapangan