ACEH BERDUKA! Kisah Ibu yang Menyaksikan Anaknya Hanyut, dan Foto Kecil yang Jadi 'Tabungan di Surga'

photo author
- Rabu, 10 Desember 2025 | 05:04 WIB
ACEH BERDUKA! Kisah Ibu yang Menyaksikan Anaknya Hanyut, dan Foto Kecil yang Jadi 'Tabungan di Surga' (Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang. (Instagram.com/@najwashihab))
ACEH BERDUKA! Kisah Ibu yang Menyaksikan Anaknya Hanyut, dan Foto Kecil yang Jadi 'Tabungan di Surga' (Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang. (Instagram.com/@najwashihab))

Setiap melihat foto itu, ia merasa Zaid masih dekat, walau hanya dalam ingatan.

Di tengah bencana yang merenggut banyak hal, foto kecil itu menjadi satu-satunya warisan cinta yang masih bisa ia peluk.

Suara Terakhir Zaid: “Umi, Tolong Ambil Tangan Saya”

Sang ibu masih mengingat suara terakhir Zaid dengan sangat jelas, seakan gema itu terus memantul di dalam dadanya.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tukangkayu Resmi Diluncurkan! Digitalisasi, UMKM, dan Gerai Murah Siap Ubah Ekonomi Kelurahan

Air naik begitu cepat, membuatnya terpisah dari suami dan putra bungsunya dalam sekejap.

Dalam kekacauan arus itu, Zaid berteriak meminta tolong, memanggil ibunya dengan suara yang ia kenal sejak pertama kali sang anak belajar bicara.

“Umi, tolong ambil tangan saya,” katanya. Itu adalah kalimat terakhir yang ia dengar sebelum bocah itu hanyut hilang dibawa banjir.

Kenangan itu menjadi beban sekaligus pengingat yang terus menempel di kepalanya.

Ia mengaku sulit tidur karena suara itu terus datang, seolah Zaid masih memanggil dari kejauhan.

Tidak ada luka yang lebih dalam dari menyaksikan anak sendiri terlepas dari genggaman.

Bertahan 9 Jam di Pohon Ceri Demi Melindungi Satu-Satunya Anak yang Tersisa

Baca Juga: Ramai Sindiran Endipat vs Donasi Rp10 Miliar Ferry Irwandi, Begini Kronologi Lengkap yang Bikin Publik Panas!

Ketika air makin tinggi dan arus makin tak terduga, satu-satunya tempat yang bisa ia tuju hanyalah tumpukan pohon ceri yang tersangkut di aliran banjir.

Di sana, ia bertahan bersama warga lain, memeluk putri kecilnya agar tak terlepas oleh arus yang ganas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X