Meski demikian, posisinya yang dekat dengan wilayah Sumatera bagian selatan membuat dampak hujan dan gelombang tinggi perlu diperhitungkan.
Bengkulu hingga Lampung diprediksi paling terdampak hujan sedang hingga lebat.
Siklon ini jadi semacam “pengganggu baru” di bagian barat, menambah dinamika atmosfer Indonesia yang sejak awal Desember memang cukup aktif.
Deretan Wilayah Barat yang Berpotensi Alami Gelombang Tinggi Akibat Siklon 91S
Bibit siklon 91S membawa potensi gelombang tinggi yang dapat dirasakan di bagian barat Indonesia, terutama wilayah laut yang terbuka.
Baca Juga: Biaya Pemilu yang Membengkak hingga Debat Legitimasi, 7 Sorotan Panas dari Wacana Pilkada via DPRD
Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung berada dalam zona gelombang 1,25–2,5 meter.
Perairan barat Lampung hingga Samudra Hindia selatan Jawa juga masuk daftar area yang harus berhati-hati.
Gelombang seperti ini bisa mengganggu pelayaran, terutama kapal kecil dan aktivitas nelayan yang mengandalkan kondisi laut tenang.
Walaupun siklon 91S memiliki peluang perkembangan rendah, karakteristik anginnya cukup untuk menciptakan ketidakstabilan laut.
Kombinasi hujan, angin, dan gelombang tinggi membuat masyarakat pesisir wajib memantau informasi BMKG secara berkala agar bisa bertindak cepat jika situasi berubah.***
Artikel Terkait
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Ketika Jaringan Umum Tumbang Satelit BRI Justru Menyala, Begini Cara Layanan Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?