5. Seruan Keras WALHI: Hentikan Terbitkan Izin Baru Sebelum Pengawasan Dibenahi
Banjir dan longsor beruntun di Sumatera harusnya menjadi alarm keras yang menggema di telinga para pembuat kebijakan.
WALHI menyebut bencana itu sebagai pembelajaran penting bahwa penerbitan izin tidak bisa lagi dilakukan tanpa evaluasi mendalam.
“Paling penting menurut kami, belajarlah dari bencana yang terjadi di 3 provinsi ini dan berhenti menerbitkan izin-izin baru. Kalau belum bisa mengevaluasi perizinan, jangan berikan dulu izin baru,” ucap Uli.
Ia menambahkan bahwa jumlah izin hari ini sudah terlalu banyak dan tak sebanding dengan kapasitas pengawasan di lapangan.
Baca Juga: Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?
“Bahkan teknologi kita nggak mumpuni untuk membantu kekurangan sumber daya manusia itu untuk melakukan kerja monitoring dengan baik,” sambungnya.
Izin tanpa pengawasan, kata Uli, tak ubahnya kelonggaran negara kepada pihak yang justru berpotensi merusak lingkungan.***
Artikel Terkait
DPR Memanas! Usman Husin Minta Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Sumatera
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Ketika Jaringan Umum Tumbang Satelit BRI Justru Menyala, Begini Cara Layanan Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra