Kegiatan ini sekaligus membuka ruang dialog antara perusahaan dan masyarakat soal cara merawat lingkungan bersama.
Lokasi yang dipilih pun strategis, menjadi ruang publik hijau yang dekat dengan kehidupan warga kota.
Dengan begitu, aktivitas menanam ini menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat yang menerima bibit tersebut.
Aksi di Bandung ini jadi bukti bahwa keberlanjutan adalah kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Bibit Produktif dan Pohon Keras Jadi Modal Awal Ekosistem Hijau yang Berkelanjutan
BRI memberikan bibit alpukat, rambutan, mangga, sawo, hingga cemara hias untuk memperkuat keanekaragaman tanaman di kawasan tersebut.
Bibit-bibit ini bukan dipilih sembarangan, tetapi dirancang agar memiliki manfaat jangka panjang, baik ekologis maupun ekonomis.
Tanaman produktif memberi peluang panen, sementara pohon keras membantu memulihkan kualitas udara dan melindungi tanah.
Melalui pendekatan ini, program penghijauan tidak berhenti pada keindahan, tetapi juga menawarkan nilai ekonomi yang bisa dirasakan warga.
Dengan kombinasi pohon buah dan pohon keras, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang hijau multifungsi.
Pola ini memperlihatkan bagaimana keberlanjutan dapat dirancang secara efektif dan strategis.
Sekali menanam, manfaatnya bisa bertahan puluhan tahun dan yang lebih penting, masyarakat punya keterlibatan untuk merawatnya.
Kolaborasi dengan Komunitas Lokal untuk Memperkuat Fungsi Sosial Program
Artikel Terkait
Penyitaan Dianggap Melawan Hukum, Jaga Marwah Gugat Satgas BLBI dan Minta KPK Turun Tangan
Epy Kusnandar Tutup Usia! Sorotan Kehidupan Sederhana, Cinta Kuat, dan Perjuangan yang Menginspirasi Banyak Orang
Dari Evakuasi Korban hingga Kelangkaan Beras, Potret Lengkap Krisis Longsor dan Banjir Tapteng!
Dari Engineer Migas 5 Hari Tak Tidur hingga Menkeu Terbaik, Begini Perjalanan Liar Purbaya Yudhi Sadewa!
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?