Eko membelokkan pesawat menuju Dusun Waluya, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, hingga akhirnya pesawat mendarat sekitar pukul 14.20 WIB.
Meski roda pendaratan dan sayap mengalami kerusakan akibat kondisi sawah berlumpur, seluruh awak berhasil keluar dengan selamat.
Penduduk sekitar yang menyaksikan langsung proses ini pun menyebut pendaratan tersebut “mukjizat teknis” yang jarang terjadi.
Teknical Error dan ‘Loss Power’ Jadi Fokus Pemeriksaan
Hingga kini, polisi bersama pihak terkait masih menyelidiki sumber gangguan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, “Diduga akibat teknikal error berupa ‘loss power’, kemudian pesawat mendarat darurat di pesawahan Dusun Waluya.”
Pemeriksaan TKP, pengecekan fisik pesawat, serta keterangan para awak menjadi langkah awal mengurai penyebab pasti gangguan yang muncul secara mendadak di udara.
Selamat Tanpa Luka, Namun Insiden Ini Jadi Alarm Penting bagi Keselamatan Penerbangan Kecil
Lima awak dinyatakan dalam kondisi baik setelah diperiksa Sie Dokes Polres Karawang.
Baca Juga: Pemprov DKI Bakal Batasi Lomba Lari di Jakarta, Karena Sudah Terlalu Sering
Meski begitu, insiden ini membuka kembali diskusi tentang pentingnya standar keselamatan pesawat kecil, terutama yang beroperasi di rute pendek.
Kehilangan tenaga mesin di ketinggian menengah bukan persoalan ringan dan meski pendaratan darurat ini berakhir selamat, kerusakan pada sayap dan roda menunjukkan betapa tipisnya margin keselamatan.
Lokasi kini masih dijaga aparat untuk analisis teknis lanjutan.***
Artikel Terkait
Tambang Malut Semrawut Dari Hutan Hilang, Warga Dikriminalisasi, hingga Perang Dua Perusahaan Raksasa
Mahfud MD Paparkan Evaluasi Internal Polri, 67% Kapolsek Bermasalah dan Kuota Prerogatif yang Diminta Dihapus
Info Arek Sidoarjo! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran
Info Warga Gresik! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan
Ketika Dosen Mengeluh dan Negara Mendengar, 7 Hal Terpenting dari Dialog ADAKSI dan Menkeu