Efek kafein juga sangat individual.
Ada orang yang sangat sensitif terhadap kafein.
Secangkir teh di sore hari saja sudah cukup membuat mereka insomnia.
Ada juga yang tampaknya bisa minum espresso setelah makan malam dan tetap tidur nyenyak.
Sensitivitas ini dipengaruhi oleh genetika dan seberapa sering Anda mengonsumsi kafein.
Tips sederhananya adalah coba hindari semua sumber kafein minimal 6 hingga 8 jam sebelum waktu tidur Anda.
Ini termasuk kopi, teh hitam, teh hijau, soda berkafein, cokelat (terutama dark chocolate), dan minuman berenergi.
Mungkin awalnya terasa berat, tapi demi tidur berkualitas, ini patut dicoba.
Jika Anda seorang penggemar kopi berat, mungkin pertimbangkan beralih ke kopi tanpa kafein (decaf) di sore hari.
Mengurangi asupan kafein di waktu yang tepat adalah langkah krusial untuk mengatasi gangguan tidur akibat stimulan ini.
2. Teman Pesta yang Menipu: Alkohol
Makanan dan minuman kedua yang sering jadi penyebab gangguan tidur adalah alkohol.
Banyak orang mengira minum alkohol sebelum tidur bisa membantu mereka lebih mudah tertidur.
Memang benar, alkohol punya efek sedatif awal yang bisa membuat Anda merasa mengantuk.
Segelas wine atau bir bisa terasa rileks dan membuat mata terasa berat.