Ketika adenosine terblokir, sinyal kelelahan jadi tidak sampai ke otak kita.
Hasilnya, kita merasa lebih waspada, fokus, dan tidak mengantuk.
Nah, masalahnya, efek kafein ini tidak hilang begitu saja dalam waktu singkat.
Kafein punya waktu paruh yang cukup panjang.
Artinya, butuh beberapa jam bagi tubuh untuk memetabolisme dan menghilangkan separuh dari jumlah kafein yang Anda konsumsi.
Bagi kebanyakan orang, waktu paruh kafein bisa mencapai 3 hingga 5 jam.
Namun, pada sebagian orang, angka ini bisa lebih lama lagi.
Bahkan, sisa-sisa kafein masih bisa beredar di sistem tubuh Anda hingga 10 jam setelah konsumsi.
Bayangkan jika Anda minum kopi di sore hari, katakanlah pukul 4 sore.
Kemungkinan besar, sebagian kafein masih aktif di otak Anda bahkan sampai pukul 10 malam atau lebih.
Ini jelas akan mengganggu tidur Anda.
Kafein bisa membuat Anda sulit tidur di awal malam.
Ketika akhirnya tertidur pun, kafein bisa mengurangi jumlah tidur REM (Rapid Eye Movement) dan tidur nyenyak Anda.
Tidur REM dan tidur nyenyak ini sangat penting untuk pemulihan mental dan fisik.
Jadi, meskipun Anda merasa tertidur, kualitas tidur Anda mungkin tidak optimal.
Artikel Terkait
Makna dan Hikmah di Balik Isra Miraj: Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari
3 Efek Samping Mengonsumsi Susu Kental Manis dan Cara Mengimbangi Kalorinya
Kreatif dengan Susu Kental Manis: Resep Sehat yang Menguntungkan untuk Diet
Perbandingan Nutrisi: Susu Kental Manis vs. Susu Biasa, Mana yang Lebih Baik?
Susu Kental Manis: Kalori Tinggi dan Keuntungan Nutrisi bagi Tubuh
3 Manfaat Susu Kental Manis untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui
3 Resep Minuman Segar Menggunakan Susu Kental Manis yang Menyehatkan
Susu Kental Manis dan Kesehatan: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
3 Cara Menggunakan Susu Kental Manis dalam Diet Seimbang
Susu Kental Manis: Pilihan Camilan Sehat dengan Kalori yang Tepat