Namun, efek ini sangat menyesatkan dan berumur pendek.
Setelah efek sedatif awal itu hilang, biasanya di tengah malam, tubuh akan mulai memetabolisme alkohol.
Proses metabolisme alkohol ini justru bisa memicu terbangun di malam hari.
Bukan hanya itu, alkohol sangat merusak arsitektur tidur normal Anda.
Alkohol menekan tidur REM di paruh pertama malam.
Tidur REM penting untuk fungsi kognitif seperti memori dan pembelajaran.
Alkohol juga bisa menyebabkan tidur yang terfragmentasi.
Ini berarti Anda akan lebih sering terbangun sebentar-sebentar di malam hari tanpa Anda sadari sepenuhnya.
Meskipun Anda tidak ingat terbangun, kualitas tidur Anda sangat terpengaruh.
Detak jantung dan pernapasan bisa meningkat saat tubuh memproses alkohol.
Ini juga bisa mengganggu tidur nyenyak Anda.
Alkohol juga bisa memperburuk masalah pernapasan terkait tidur seperti mendengkur dan sleep apnea.
Otot-otot tenggorokan jadi lebih rileks akibat alkohol, memperparah penyumbatan jalan napas.
Dampak buruk lainnya adalah efek rebound di paruh kedua malam.
Setelah alkohol dimetabolisme, otak Anda mungkin mengalami 'rebound' aktivitas.
Artikel Terkait
Makna dan Hikmah di Balik Isra Miraj: Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari
3 Efek Samping Mengonsumsi Susu Kental Manis dan Cara Mengimbangi Kalorinya
Kreatif dengan Susu Kental Manis: Resep Sehat yang Menguntungkan untuk Diet
Perbandingan Nutrisi: Susu Kental Manis vs. Susu Biasa, Mana yang Lebih Baik?
Susu Kental Manis: Kalori Tinggi dan Keuntungan Nutrisi bagi Tubuh
3 Manfaat Susu Kental Manis untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui
3 Resep Minuman Segar Menggunakan Susu Kental Manis yang Menyehatkan
Susu Kental Manis dan Kesehatan: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
3 Cara Menggunakan Susu Kental Manis dalam Diet Seimbang
Susu Kental Manis: Pilihan Camilan Sehat dengan Kalori yang Tepat