KLIK SAJA - Sebagian individu ingin merasakan setiap detik di dunia nyata tanpa harus memikirkan tentang platform media sosial.
Contoh konkret terjadi ketika seseorang menghadiri konser musik dari artis favoritnya yang tampil di atas panggung.
Ribuan kamera seolah-olah bersinar seperti bintang dari para penonton kepada sang bintang, dan kemudian momen tersebut dibagikan di akun media sosial pribadi mereka.
Namun, tanpa sadar mereka menikmati momen itu dengan layar ponsel mereka. Padahal, sang idola jelas-jelas ada di hadapan mereka.
Baca Juga: Budaya Anti Utang di Jerman yang Patut dicontoh Rakyat Indonesia
Itu adalah contoh kecil yang acapkali disebut dengan Fear of Missing Out (FOMO), sebuah fenomena yang kini tengah menyelimuti para pengguna di media sosial.
Mereka seolah takut ketinggalan momen-momen yang ada di kehidupan nyata agar bisa dibagikan di dunia maya.
Berkaca dari hal itu, terdapat sebuah kebalikan dari FOMO yakni JOMO (Joy of Missing Out).
JOMO juga merupakan istilah yang kerap dipakai bagi sebagai orang yang justru menikmati saat mereka ketinggalan momen seru di media sosial.
Baca Juga: 3 Langkah Melatih Kedewasaan Emosional dalam Keseharian
Apa Itu JOMO?
Ketika kita melihat contoh di sebuah konser, seseorang cenderung lebih memilih untuk menikmati penampilan idolanya yang sedang bernyanyi daripada repot-repot mengeluarkan kamera untuk merekam momen tersebut.
Konsep JOMO
Menurut informasi dari Cleveland, JOMO (Joy of Missing Out) memberikan kesempatan bagi individu untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu mencari pengakuan dari orang lain.