KLIK SAJA - Utang atau pinjam uang, sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di Indonesia, mulai dari nominal kecil hingga besar.
Mereka meminjam uang juga tidak hanya di bank tetapi bisa ke teman, saudara, bahkan tetangga sekalipun.
Kebiasaan meminjam uang orang Indonesia ini sebetulnya tidak bisa dikatakan buruk jika mereka mengembalikan utangnya tersebut sesuai dengan waktu yang disepakati.
Namun yang banyak terjadi saat ini adalah ketika ditagih, orang yang memiliki utang justru lebih galak daripada yang punya uang.
Tidak hanya perorangan saja yang menjadi korban kebiasaan utang ini, namun juga badan-badan usaha seperti bank dan koperasi.
Utang Bukan untuk Usaha
Jika meminjam uang untuk usaha dan bisa menghasilkan keuntungan untuk cicilan utangnya, itu mungkin masih bisa ditolerir.
Namun banyak warga kita yang meminjam uang atau berutang untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan.
Sehingga ketika ditagih untuk bayar uangnya sudah habis dan bahkan harus gali lubang tutup lubang, pinjam uang ke B untuk bayar utang ke A.
Orang Jerman Tidak Suka Pinjam Uang
Jerman adalah salah satu negara di Eropa Barat dan merupakan salah satu negara maju dengan ekonomi yang cukup kuat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungan Ke London, Bertemu PM Kier Stramer dan Pengusaha Besar Inggris
Artikel Terkait
Tips Mengendalikan Rasa Takut Saat Wawancara Kerja: Resep Anti Galau Para Fresh Graduate
5 Alasan Tepat Mengapa Kamu Harus Resign dari Tempat Kerja
Alasan Mengapa Semakin Banyak Wanita Memilih untuk ‘Childless’
Tips Manajemen Anxiety: Bagaimana Mengubah Kekhawatiran Menjadi Kesuksesan
Apa Itu Energi Terbarukan? Inilah 5 Contoh Sumber Daya Alam Melimpah yang Dapat Dimanfaatkan dengan Mudah!
Bukan dari Jepang, Inilah Sosok di Balik Kesuksesan HokBen Jadi Resto yang Melegenda di Indonesia Sejak Tahun 1985
Susah Tidur? Cobalah Menulis ‘to do list’ Sebelum Rehat Malam
Penelitian Terbaru: Orang Yang Belum Menikah Berisiko Depresi Lebih Tinggi