7 Ucapan Sungkeman kepada Orang Tua Saat Lebaran dalam Bahasa Daerah yang Sopan dan Menyentuh, Biar Makin Berkesan!

photo author
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 01:49 WIB
7 Ucapan Sungkeman kepada Orang Tua Saat Lebaran dalam Bahasa Daerah yang Sopan dan Menyentuh, Biar Makin Berkesan! (Ilustrasi gambar )
7 Ucapan Sungkeman kepada Orang Tua Saat Lebaran dalam Bahasa Daerah yang Sopan dan Menyentuh, Biar Makin Berkesan! (Ilustrasi gambar )

Contoh ucapan:
“Tabe’, punna ada sala’ku ri ta, kupamappura.”

Maknanya adalah permohonan maaf kepada orang yang lebih tua jika pernah melakukan kesalahan.

6. Bahasa Madura

Di Madura, tradisi meminta maaf kepada orang tua saat Lebaran juga dilakukan dengan penuh rasa hormat.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Manis Gurih Takjil Bongko Kopyor dari Gresik, Lengkap Cara Pembuatannya!

Contoh ucapan:
“Engkok nyoon sapora ka Bapak ben Ibu, mon bede salah kaula salama settong taon.”

Ucapan ini bermakna permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama ini.

7. Bahasa Bali

Meskipun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, tradisi saling memaafkan saat hari besar juga menjadi bagian dari nilai budaya.

Contoh ucapan:
“Titiang nunas pangampura ring Bapak lan Ibu.”

Ucapan ini bermakna permohonan maaf dengan penuh rasa hormat kepada orang yang lebih tua.

Baca Juga: Panduan Puasa Ramadan Bagi Ibu Menyusui, Lengkap Hukum Fiqh dan Tipsnya!

Ucapan saat sungkeman bukan sekadar formalitas saat Lebaran, tetapi menjadi ungkapan rasa hormat, kasih sayang, serta permohonan maaf kepada orang tua dan keluarga yang lebih tua.

Dengan menggunakan bahasa daerah, pesan yang disampaikan sering kali terasa lebih hangat dan menyentuh hati.

Inilah yang membuat tradisi sungkeman tetap terjaga dan menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X