Contoh ucapan:
“Tabe’, punna ada sala’ku ri ta, kupamappura.”
Maknanya adalah permohonan maaf kepada orang yang lebih tua jika pernah melakukan kesalahan.
6. Bahasa Madura
Di Madura, tradisi meminta maaf kepada orang tua saat Lebaran juga dilakukan dengan penuh rasa hormat.
Baca Juga: Rasakan Sensasi Manis Gurih Takjil Bongko Kopyor dari Gresik, Lengkap Cara Pembuatannya!
Contoh ucapan:
“Engkok nyoon sapora ka Bapak ben Ibu, mon bede salah kaula salama settong taon.”
Ucapan ini bermakna permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama ini.
7. Bahasa Bali
Meskipun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, tradisi saling memaafkan saat hari besar juga menjadi bagian dari nilai budaya.
Contoh ucapan:
“Titiang nunas pangampura ring Bapak lan Ibu.”
Ucapan ini bermakna permohonan maaf dengan penuh rasa hormat kepada orang yang lebih tua.
Baca Juga: Panduan Puasa Ramadan Bagi Ibu Menyusui, Lengkap Hukum Fiqh dan Tipsnya!
Ucapan saat sungkeman bukan sekadar formalitas saat Lebaran, tetapi menjadi ungkapan rasa hormat, kasih sayang, serta permohonan maaf kepada orang tua dan keluarga yang lebih tua.
Dengan menggunakan bahasa daerah, pesan yang disampaikan sering kali terasa lebih hangat dan menyentuh hati.
Inilah yang membuat tradisi sungkeman tetap terjaga dan menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.***
Artikel Terkait
Catat Biar Nggak Lupa! Resep Cookies dan Hidangan Khas Lebaran yang Cocok Disajikan Saat Idul Fitri, Lengkap dari Nastar sampai Ketupat
Butuh Materi Ceramah? Ini Kumpulan Kultum Singkat Saat Lebaran yang Penuh Pesan Moral dan Makna Idul Fitri
Temukan Inspirasimu Disini! 7 Ide Foto Keluarga Besar yang Estetik dan Kekinian untuk Mengabadikan Momen Lebaran
Ini Dia! Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Sholat Idul Fitri, Lengkap dari Makan Kurma hingga Memakai Wewangian
Yuk Intip! 6 Makanan Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Cocok Disantap Saat Idul Fitri dari Ketupat hingga Rendang