Di masyarakat Sunda, sungkeman juga sering dilakukan dengan ucapan yang lembut dan penuh rasa hormat kepada orang tua.
Contoh ucapan:
“Abdi nyuhunkeun hapunten kana sadaya kalepatan abdi, lahir sareng batin. Mugia Bapak/Ibu salawasna dipaparin kasehatan.”
Maknanya adalah memohon maaf atas segala kesalahan serta mendoakan orang tua agar selalu diberi kesehatan.
3. Bahasa Minangkabau
Tradisi meminta maaf kepada orang tua saat Lebaran juga sangat kuat di budaya Minangkabau.
Baca Juga: Renungi Sekarang! Makna Idul Fitri 2026, Apakah Benar Kita Sudah Kembali Fitrah?
Contoh ucapan:
“Ambo mintak maaf lahia jo batin ka Ayah jo Amak, kalau ado salah salamo iko.”
Ucapan ini menunjukkan rasa hormat serta permohonan maaf kepada orang tua atas kesalahan yang mungkin pernah dilakukan.
4. Bahasa Betawi
Di budaya Betawi, ucapan sungkeman biasanya disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun tetap penuh hormat.
Contoh ucapan:
“Saye mohon maaf lahir batin sama Bapak sama Emak kalo selama ini ada salah.”
Meski terdengar sederhana, ucapan ini tetap menyampaikan rasa hormat dan permohonan maaf yang tulus.
Baca Juga: Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna
5. Bahasa Bugis
Masyarakat Bugis juga memiliki tradisi menghormati orang tua dengan ucapan yang penuh kesopanan.
Artikel Terkait
Catat Biar Nggak Lupa! Resep Cookies dan Hidangan Khas Lebaran yang Cocok Disajikan Saat Idul Fitri, Lengkap dari Nastar sampai Ketupat
Butuh Materi Ceramah? Ini Kumpulan Kultum Singkat Saat Lebaran yang Penuh Pesan Moral dan Makna Idul Fitri
Temukan Inspirasimu Disini! 7 Ide Foto Keluarga Besar yang Estetik dan Kekinian untuk Mengabadikan Momen Lebaran
Ini Dia! Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Sholat Idul Fitri, Lengkap dari Makan Kurma hingga Memakai Wewangian
Yuk Intip! 6 Makanan Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Cocok Disantap Saat Idul Fitri dari Ketupat hingga Rendang