KLIK SAJA - Sungkeman menjadi salah satu tradisi yang sangat identik dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia.
Momen ini biasanya dilakukan oleh anak kepada orang tua atau kepada anggota keluarga yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan maaf.
Saat sungkeman, tidak jarang seseorang menyampaikan ucapan yang penuh makna dan doa.
Menariknya, ucapan tersebut sering disampaikan menggunakan bahasa daerah agar terasa lebih hangat dan dekat secara emosional.
Berikut 7 contoh ucapan sungkeman kepada orang yang lebih tua dalam berbagai bahasa daerah yang bisa digunakan saat Lebaran.
1. Bahasa Jawa
Dalam budaya Jawa, sungkeman menjadi tradisi yang sangat sakral dan penuh penghormatan.
Baca Juga: Yuk Atur Dari Awal! Strategi Menentukan Jadwal Mudik Lebaran 2026 Supaya Lebih Hemat dan Lancar
Bahasa yang digunakan biasanya menggunakan tingkat bahasa halus atau krama.
Contoh ucapan:
“Nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan kula, lahir lan batin. Mugi tansah pinaringan kesehatan lan berkah dening Gusti Allah.”
Baca Juga: Yuk Maksimalkan! Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan Agar Lebaran Lebih Bermakna
Ucapan ini memiliki makna permohonan maaf atas segala kesalahan serta doa agar orang tua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan.
2. Bahasa Sunda
Artikel Terkait
Catat Biar Nggak Lupa! Resep Cookies dan Hidangan Khas Lebaran yang Cocok Disajikan Saat Idul Fitri, Lengkap dari Nastar sampai Ketupat
Butuh Materi Ceramah? Ini Kumpulan Kultum Singkat Saat Lebaran yang Penuh Pesan Moral dan Makna Idul Fitri
Temukan Inspirasimu Disini! 7 Ide Foto Keluarga Besar yang Estetik dan Kekinian untuk Mengabadikan Momen Lebaran
Ini Dia! Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Sholat Idul Fitri, Lengkap dari Makan Kurma hingga Memakai Wewangian
Yuk Intip! 6 Makanan Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Cocok Disantap Saat Idul Fitri dari Ketupat hingga Rendang