Salmon adalah sumber protein tanpa lemak yang kaya akan omega-3, sementara quinoa adalah sumber karbohidrat kompleks dan protein nabati yang baik.
Sayuran panggang akan memberikan vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk kesehatan tubuh.
Bahan-bahan:
- 1 potong (sekitar 150-200 gram) ikan salmon segar
- 1/2 cup quinoa, bilas
- 1 cup air atau kaldu sayuran
- 1 cup campuran sayuran (misalnya brokoli, wortel, paprika, zucchini), potong-potong
- 2 sendok makan minyak zaitun
- 1 sendok teh bubuk bawang putih
- 1/2 sendok teh paprika bubuk
- Garam dan merica secukupnya
- Perasan air lemon (opsional)
Cara Membuat:
Panaskan oven hingga suhu 200°C.
Lumuri salmon dengan 1 sendok makan minyak zaitun, bubuk bawang putih, paprika bubuk, garam, dan merica. Sisihkan.
Campurkan quinoa dan air/kaldu sayuran dalam panci kecil. Didihkan, lalu kecilkan api, tutup, dan masak selama 15-20 menit atau hingga semua cairan terserap dan quinoa matang.
Sementara itu, campurkan potongan sayuran dengan sisa minyak zaitun, garam, dan merica dalam mangkuk.
Tata sayuran di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti. Panggang selama 15 menit.
Tambahkan potongan salmon ke atas loyang bersama sayuran. Panggang lagi selama 10-15 menit atau hingga salmon matang dan mudah dikupas dengan garpu.
Sajikan salmon panggang dengan quinoa dan sayuran panggang. Beri perasan air lemon jika suka.
Kenapa Resep Ini Cocok untuk Intermittent Fasting?
Resep ini menyediakan kombinasi lengkap antara protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, yang akan membantu kamu merasa kenyang dan berenergi lebih lama.
Salmon kaya akan omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.
Quinoa adalah sumber protein lengkap dan serat yang baik untuk pencernaan.
Artikel Terkait
5 Sayuran yang Dapat Memicu Serangan Asam Urat dan Alternatif Sehatnya
Sayuran Sehat VS Sayuran Berbahaya: Apa yang Perlu Diketahui Penderita Asam Urat
Mengenal Sayuran yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat: Panduan Lengkap
3 Tips untuk Menjalani Kehidupan Childfree dengan Bahagia dan Memuaskan
Perspektif Budaya: Bagaimana Berbagai Negara Melihat Pilihan Childfree?
3 Mitos dan Fakta Seputar Gaya Hidup Childfree
3 Manfaat Psikologis dan Ekonomi dari Memilih untuk Tidak Memiliki Anak
3 Alasan Utama Mengapa Semakin Banyak Pasangan Memilih Gaya Hidup Childfree
3 Tips Sukses Melakukan Intermittent Fasting: Mengatasi Tantangan dan Rintangan yang Muncul
3 Cara Menurunkan Berat Badan dengan Intermittent Fasting