Doktif Mengaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya

photo author
- Jumat, 24 Januari 2025 | 19:23 WIB
Doktif Mengaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya (Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay))
Doktif Mengaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya (Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay))

KLIK SAJA - Seorang dokter yang juga influencer kesehatan, dikenal sebagai Dokter Detektif atau Doktif, menjadi sasaran kritik dari salah satu asisten Shella Saukia yang sedang berselisih dengannya. Asisten dari pemilik merek skincare tersebut menyebut Doktif dengan julukan ‘Dokter Bopeng.’

“Mulai sekarang aku akan memanggilnya Dokter Bopeng karena wajahnya memang bopeng, ini adalah fakta,” ungkap asisten Shella Saukia yang akrab disapa Panda pada hari Jumat, 17 Januari 2025.

Menanggapi pernyataan tersebut, Doktif menjelaskan bahwa bekas bopeng di wajahnya muncul setelah ia merawat pasien COVID-19.

“Ini bopeng karena ngurusin pasien COVID,” jawab Doktif pada video tersebut.

Baca Juga: Mitos Seputar Ibu Melahirkan Yang Ternyata Salah Namun dianggap Lumrah

Doktif disindir sesama dokter, ungkap baru tahu COVID-19 menyebakan bopeng

Setelah ramai video Doktif ini, Dokter Eka Ananda yang merupakan dokter kecantikan membuat konten dengan mengatakan keraguannya tentang COVID-19 yang bisa menyebabkan bopeng di wajah.

“Ilmu baru, bisa bopeng kalau ngurusin pasien COVID,” tulis caption pada videonya.

Setelah video tersebut viral, dokter influencer lainnya yaitu Dokter Ayman Alatas juga speak up tentang bagaimana korelasi COVID-19 bisa membuat bopeng di wajah.

Baca Juga: Sedang Viral di Sosmed, Ini 5 Alasan Lavender Marriage Dilakukan

Video TikTok yang diunggah pada Minggu, 19 Januari 2025, Dokter Ayman kembali mengingat saat masa COVID-19 yang membuat para nakes harus menggunakan masker yang lama dan berlapis.

“Tau kan bagaimana kemungkinan terjadinya jerawat di kondisi pakai masker yang seketat itu, risikonya jauh lebih besar, pasti tenaga kesehatan pahamlah secara teoritis,” kata Dokter Ayman.

Karena kulit lembap bisa mengakibatkan jerawat yang menimbulkan scars atau luka dan menjadi bopeng.

“Mungkin gak secara langsung, tapi kan saat COVID terjadi, tenaga kesehatan bekerja di kondisi seperti itu,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: TikTok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X