KLIK SAJA - Koneksi merupakan kebutuhan manusia yang hakiki serta mendasar.
Namun, bagi sebagian orang, terkadang dalam masa hidupnya, hanya diisi kemandirian diri tanpa ada bantuan koneksi orang lain.
Kita bisa membayangkan seorang anak yang mendambakan kasih sayang orang tuanya, tetapi kemudian disingkirkan, dibiarkan menanggung beban ketakutan, kebutuhan, dan luka hatinya.
Dalam keterasingan seperti itu, mereka belajar sejak dini untuk menjadi sumber penghiburan bagi diri mereka sendiri dan menghadapi kesulitan hidup sendirian karena tidak ada orang lain yang akan melakukannya.
Baca Juga: 4 Kegiatan Sederhana Yang Dapat Menumbuhkan Motivasi dan Inspirasi Dari Diri Sendiri
Seiring berjalannya waktu, anak ini tumbuh dengan mengetahui bahwa orang-orang bisa jadi tidak bisa diandalkan, bahwa segala sesuatunya berantakan, dan bahwa setiap ikatan mengandung risiko pengkhianatan.
Mereka bertahan hidup, lalu berkembang, dengan mengandalkan diri sendiri.
Bagi orang-orang ini, kemandirian lebih dari sekadar pilihan; itu adalah jalur hidup mereka, cara hidup yang membuat mereka tetap aman.
Namun, saat mereka menjalani hubungan, mereka mungkin menemukan bahwa kemandirian yang mereka peroleh dengan susah payah merupakan kekuatan sekaligus hambatan.
Sementara kemandirian membangun ketahanan , kemandirian yang berlebihan menciptakan hambatan yang menghalangi hubungan sejati, mengubah kemandirian menjadi keterasingan.
Maka dari itu, seyogyanya setiap orang harus bisa menakar kemandirian, agar tak tumbuh menjadi pribadi yang egois.
Berikut tiga tanda yang menunjukkan bahwa jika kita memiliki kemandirian berlebihan sehingga sulit untuk menjalin hubungan.
- Keengganan Meminta Bantuan
Kemandirian berlebihan sering kali muncul sebagai keengganan yang kuat untuk meminta bantuan.
Hal tersebut berakar pada rasa takut akan kerentanan.