internasional

Mengenal Nirmal Purja, Sang Penakluk 14 Puncak Gunung Tertinggi Dunia yang Gugur di Board Peak Karena Longsoran Salju

Senin, 3 Agustus 2026 | 14:47 WIB
Mendiang Nirmal Purja (National Geographic)

KLIK SAJA - Pendaki berkebangsaan Inggris-Nepal, Nirmal Purja, yang gugur dalam tragedi longsoran salju di Broad Peak, merupakan salah satu figur paling tersohor di dunia panjat gunung saat ini.

Ia bahkan memegang beragam rekor, namun pencapaiannya yang paling fenomenal diukir pada tahun 2019.

Kala itu, ia menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia hanya dalam waktu enam bulan lebih sedikit—mencetak rekor tercepat pada masanya untuk pendakian ke-14 gunung tersebut.

Purja, yang juga akrab disapa Nims Dai, merupakan bagian dari rombongan 10 pendaki yang dilaporkan hilang pascalongsoran salju pada hari Kamis di Broad Peak—gunung setinggi 8.047 mdpl yang berlokasi di Gilgit-Baltistan, wilayah dalam wilayah Pakistan.

Tak lama berselang, perusahaan miliknya, Elite Expeditions, mengonfirmasi bahwa ia menjadi salah satu dari 10 korban tewas akibat musibah tersebut. Jasadnya ditemukan di ketinggian sekitar 5.700 meter.

Dari Dunia Militer Menuju Puncak Gunung

Pria berusia 43 tahun ini lahir di sebuah desa kecil di Distrik Myagdi, wilayah pegunungan Nepal yang berada pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.

Ia tumbuh dalam keluarga Gurkha—satuan prajurit Nepal bereputasi dunia yang telah lama mengabdi di berbagai angkatan bersenjata, termasuk Angkatan Darat Inggris.

Mengikuti jejak ayah dan para kakak lakilakinya, ia bergabung dengan serdadu Gurkha pada tahun 2003 saat berusia 18 tahun, lalu menembus Pasukan Khusus Inggris (UK Special Forces) pada tahun 2009.

Selama 16 tahun berkarier di militer Inggris, benih ketertarikannya pada dunia panjat gunung mulai tumbuh.

Berdasarkan informasi dari situs resminya, pada tahun 2012 ia melakukan perjalanan jalan kaki menuju Base Camp Everest.

Alih-alih kembali ke Kathmandu sesuai rencana awal, ia justru mantap memutuskan untuk mempelajari seni mendaki gunung "secara sungguh-sungguh".

Tak lama kemudian, ia berhasil menaklukkan Lobuche East setinggi 6.119 mdpl, yang ia sebut sebagai "puncak pertamanya".

Jiwa petualang yang spontan ini terus melekat dalam dirinya, bahkan hingga ekspedisi terakhirnya di Broad Peak.

Halaman:

Tags

Terkini