internasional

Lebih Garang Pada AS! Mengenal Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Terbaru

Senin, 9 Maret 2026 | 23:42 WIB
sosok Mojtaba Khamenei (sindo)

KLIK SAJA - Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah  Ali Khamenei yang tewas pada hari pertama perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, telah dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, menurut laporan media pemerintah.

Ulama garis keras berusia 56 tahun itu dilaporkan tidak berada di lokasi saat serangan yang menewaskan ayahnya terjadi.

Dalam serangan tersebut, ibu, istri, dan salah satu saudara perempuannya juga turut tewas. Hingga saat ini Mojtaba Khamenei dilaporkan selamat dari rangkaian pengeboman intensif yang melanda Iran.

Diketahui Donald Trump tidak menyukai pemilihan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan sosok ayahnya.

Tak dipungkiri, sosok Mojtaba dikenal sebagai ulama Mullah garis keras, terlebih ia sedang memendam luka mendalam atas tewasnya ayah, istri dan anaknya dalam serangan udara AS.

Bisa diperikirakan pemerintahannya bakal jauh lebih keras dan garang terhadap AS dan Israel.

Assembly of Experts—lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran—telah menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan dan menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah pada hari Minggu, majelis tersebut menyebutkan bahwa Khamenei dipilih berdasarkan “pemungutan suara yang tegas”.

Majelis juga mengimbau seluruh rakyat Iran, “terutama para elite dan intelektual dari kalangan hauzah (seminari) dan universitas”, untuk “menyatakan kesetiaan kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan”.

Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik ataupun mengikuti pemungutan suara rakyat.

Namun selama beberapa dekade ia dikenal sebagai figur yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi sebelumnya, serta memiliki hubungan erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, pasukan paramiliter Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mojtaba Khamenei semakin sering disebut sebagai salah satu kandidat utama pengganti ayahnya.

Ali Khamenei sendiri pernah menjabat sebagai presiden Iran selama hampir delapan tahun sebelum memegang kekuasaan tertinggi selama 36 tahun, hingga akhirnya tewas dalam serangan terhadap kompleks kediamannya di Teheran pada Sabtu, 28 Februari.

Kenaikan Mojtaba Khamenei ke posisi tersebut dipandang sebagai tanda bahwa faksi-faksi garis keras dalam struktur kekuasaan Iran masih mempertahankan pengaruhnya.

Halaman:

Tags

Terkini