Lebih Garang Pada AS! Mengenal Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Terbaru

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 9 Maret 2026 | 23:42 WIB
sosok Mojtaba Khamenei (sindo)
sosok Mojtaba Khamenei (sindo)

Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa pemerintah Iran kemungkinan tidak memiliki keinginan kuat untuk segera mencapai kesepakatan atau melakukan perundingan dalam waktu dekat.

Mojtaba Khamenei sendiri tidak pernah secara terbuka membahas isu suksesi—topik yang sensitif—karena pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi berpotensi menciptakan semacam dinasti politik yang mengingatkan pada Dinasti Pahlavi sebelum terjadinya Revolusi Islam Iran 1979.

Sebaliknya, Mojtaba Khamenei selama ini dikenal menjaga profil yang sangat rendah.

Ia jarang tampil memberikan ceramah publik, khutbah Jumat, maupun pidato politik—bahkan banyak warga Iran yang belum pernah mendengar suaranya, meskipun mereka telah lama mengetahui bahwa ia merupakan sosok yang sedang naik daun dalam struktur teokrasi Iran.

Sejak usia muda, Mojtaba Khamenei mulai membangun hubungan erat dengan IRGC ketika ia bertugas dalam Batalyon Habib selama beberapa operasi dalam Perang Iran–Irak pada dekade 1980-an.

Sejumlah rekan seperjuangannya, termasuk para ulama lain, kemudian menduduki posisi penting dalam aparat keamanan dan intelijen Republik Islam Iran yang saat itu baru berdiri.

Baca Juga: 5 Skenario Iran Memenangkan Perang Atas AS - Israel Sepeninggal Ayatollah Ali Khamenei

Kredensial keagamaan Mojtaba Khamenei juga sempat menjadi perdebatan. Ia memiliki gelar hojatoleslam, yaitu ulama tingkat menengah, bukan tingkat lebih tinggi yaitu ayatollah.

Namun ketika ayahnya menjadi pemimpin Iran pada tahun 1989, Ali Khamenei juga belum menyandang gelar ayatollah.

Saat itu undang-undang diubah untuk mengakomodasi posisinya. Kompromi serupa kemungkinan juga dapat dilakukan bagi Mojtaba.

Pemilihan Mojtaba kemungkinan lebih kepada agar fokus Iran dalam peperangan tidak terpecah, mengingat diriinya-lah sosok yang dianggap paling ‘bisa’ melanjutkan perjuangan ayahnya dalam kondisi darurat.

Untuk saat ini masih belum jelas kapan atau bagaimana Iran akan mengumumkan kepemimpinan barunya secara resmi.

Hal ini terjadi di tengah pemberlakuan kembali pemadaman internet secara nasional serta pembatasan arus informasi, bersamaan dengan kampanye pengeboman intensif oleh Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah Iran.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X