internasional

5 Cara Uni Eropa dan NATO Hentikan Kegilaan Donald Trump Kuasai Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:21 WIB
Donald Trump and European Union (Carnegie)

KLIK SAJA - Kebijakan ekspansionisme Amerika Serikat (AS) yang kembali menggulirkan rencana pencaplokan Greenland membuat suhu politik di internal NATO dan Uni Eropa kian memanas.

Ambisi Presiden Donald Trump ini tidak hanya memicu ketegangan dengan Denmark, tetapi juga menempatkan aliansi Barat pada posisi dilematis.

Lantas, langkah apa saja yang bisa ditempuh NATO dan Uni Eropa untuk mencegah skenario tersebut?

Polemik kepemilikan Greenland kembali mencuat setelah pemerintahan Trump secara terbuka menyuarakan niat mencaplok wilayah yang dikenal sebagai pulau dengan tutupan es terbesar kedua di dunia setelah Antarktika.

Terbaru, pada Sabtu (10/1/2026), Trump melontarkan pernyataan bernada ancaman terhadap Denmark dan Greenland.

Ia mengaku tengah merundingkan opsi pencaplokan, bahkan mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer.

“Kami akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, baik dengan cara baik-baik maupun cara yang sulit,” ujar Trump kepada awak media.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras di Greenland. Lima pemimpin partai politik setempat segera mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa “tidak ada satu pun negara” yang berhak mengintervensi Greenland.

Pemerintah Denmark pun menanggapi dengan nada tegas. Pada Senin (5/1/2026), Perdana Menteri Mette Frederiksen memperingatkan bahwa tatanan keamanan pasca-Perang Dunia II dan masa depan NATO akan runtuh apabila AS benar-benar melancarkan invasi militer ke Greenland.

Ancaman Trump kini menempatkan NATO dan Uni Eropa dalam situasi serba salah. Secara formal, Greenland bukan anggota NATO.

Namun, karena wilayah tersebut berada di bawah kedaulatan Denmark, Greenland secara tidak langsung menjadi bagian dari NATO dan Uni Eropa.

Sikap diam atau lepas tangan justru berpotensi meruntuhkan kredibilitas Uni Eropa, yang selama ini vokal membela prinsip kedaulatan, integritas wilayah, serta hak Greenland dan Denmark untuk menyelesaikan persoalan mereka secara damai.

Meski demikian, hingga kini belum ada langkah konkret yang diambil NATO maupun Uni Eropa untuk merespons ancaman AS tersebut. Berikut sejumlah opsi strategis sebenarnya tersedia.

Opsi 1: Diplomasi Keamanan Arktik

Halaman:

Tags

Terkini