internasional

4 Alasan Mengapa Trump Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Salah Satunya Incar Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Minggu, 4 Januari 2026 | 09:41 WIB
ilustrasi Trump terhadap pemerintahan Maduro (havana times)

KLIK SAJA - Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump melancarkan operasi militer terhadap Venezuela yang diberi sandi “Operation Absolute Resolve” pada Sabtu (3/1).

Dalam operasi tersebut, pasukan AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores di kediaman resmi mereka.

Maduro dan Cilia Flores kemudian diterbangkan ke sebuah pangkalan militer di dekat New York. Maduro kini berstatus sebagai tahanan federal dengan penjagaan super ketat.

Sejumlah media Amerika melaporkan bahwa ia akan dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) dan dijadwalkan menghadapi dakwaan terkait narkotika dan perdagangan senjata di Pengadilan Federal Manhattan pada pekan depan.

Sementara itu, melalui platform Truth Social, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengelola proses transisi kekuasaan di Venezuela hingga tercipta apa yang ia sebut sebagai “transisi yang aman”.

Trump juga menyinggung sektor minyak Venezuela. Ia mengatakan AS bersama perusahaan-perusahaan energi Amerika akan menyita komoditas minyak negara tersebut dan menjualnya ke pasar internasional.

Serangan AS ke Venezuela ini didasari oleh setidaknya empat faktor utama yang berkaitan erat dengan pandangan Trump terhadap pemerintahan Nicolas Maduro.

Faktor-faktor tersebut mencakup isu migrasi warga Venezuela ke AS, tuduhan narkoterorisme yang melibatkan elit kekuasaan Caracas, serta kepentingan strategis atas sumber daya minyak Venezuela, hingga melawan pengaruh Moskow di Amerika Latin.

Tuduhan Narkoterorisme dan Cartel de los Soles

Menjelang operasi militer, Trump menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela—Tren de Aragua dan Cartel de los Soles—sebagai Organisasi Teroris Asing (Foreign Terrorist Organizations/FTO).

Khusus Cartel de los Soles, Trump menuding kelompok tersebut berada di bawah kendali langsung Nicolas Maduro.

Menurut klaim Washington, Cartel de los Soles merupakan jaringan penyelundupan kokain berskala besar yang secara sistematis membanjiri pasar Amerika Serikat dengan tujuan merusak stabilitas nasional.

Departemen Luar Negeri AS bahkan menyatakan bahwa organisasi ini tidak hanya nyata, tetapi telah meresap ke dalam institusi penting Venezuela, mulai dari militer, intelijen, hingga lembaga legislatif dan peradilan.

Tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintahan Maduro, yang menyebutnya sebagai propaganda politik untuk membenarkan intervensi AS.

Halaman:

Tags

Terkini