4 Alasan Mengapa Trump Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Salah Satunya Incar Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 4 Januari 2026 | 09:41 WIB
ilustrasi Trump terhadap pemerintahan Maduro (havana times)
ilustrasi Trump terhadap pemerintahan Maduro (havana times)

Krisis Migran dan Keamanan Perbatasan AS

Sejak 2013, sekitar delapan juta warga Venezuela diperkirakan telah meninggalkan negaranya akibat krisis ekonomi berkepanjangan.

Sebagian dari mereka menuju Amerika Serikat melalui jalur migrasi Amerika Latin. Trump menuduh rezim Maduro melakukan weaponization of migration atau memanfaatkan arus migrasi sebagai alat tekanan politik.

Pemerintah AS mengklaim bahwa Caracas secara sengaja membebaskan narapidana dan membiarkan anggota geng kriminal—termasuk Tren de Aragua—menyusup ke dalam gelombang migran menuju perbatasan AS.

Baca Juga: Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih

Trump menyebut situasi ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan domestik Amerika Serikat.

Bagi para pendukung Trump, operasi militer dan upaya pergantian rezim di Venezuela dipandang sebagai solusi permanen untuk menghentikan arus migrasi ilegal tersebut.

Kepentingan atas Sumber Daya Minyak Venezuela

Selain faktor keamanan, Venezuela juga memiliki nilai strategis besar karena menyimpan cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia.

Trump bahkan secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu dan membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS untuk mengelola sektor energi negara tersebut.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika yang sangat besar—yang terbesar di dunia—untuk masuk, menginvestasikan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan pendapatan bagi negara ini,” ujar Trump pada Sabtu (3/1) waktu AS, seperti dikutip Reuters.

Melemahkan Pengaruh Moskow di Amerika Latin

Semenjak Venezuela masih dipimpin Hugo Chavez, banyak negara Amerika Latin dan Amerika Tengah yang mulai berani melawan kedigdayaan AS.

Banyak negara Amerika Latin, termasuk Venezuela yang mulai meninggalkan pengaruh AS dan condong ke Rusia serta sekutunya.

Bahkan semenjak nasionalisasi perminyakan di negaranya, Venezuela menjual minyaknya ke Rusia dan sekutunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X