internasional

Pakistan dan Taliban Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Sementara di Tengah Bentrokan Sengit

Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:18 WIB
Perbatasan Pakistan dan Afghanistan (Gulf Today)

KLIK SAJA - Pakistan dan pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan bahwa mereka telah menyepakati gencatan senjata sementara setelah terjadinya bentrokan baru di perbatasan dan laporan mengenai serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar.

Kedua pihak saling mengklaim bahwa pihak lainnya yang terlebih dahulu meminta gencatan senjata selama 48 jam, yang menurut Pakistan mulai berlaku pada Rabu waktu setempat.

Sebelumnya, juru bicara Taliban menyebutkan bahwa 12 warga sipil tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat tembakan pasukan Pakistan.

Kedua pihak juga mengklaim bahwa lawan mereka mengalami banyak korban, namun tidak ada laporan kematian yang dapat dikonfirmasi secara independen.

Kekerasan meningkat setelah serangkaian ledakan mengguncang Afghanistan pekan lalu, yang oleh Kabul dituduhkan kepada Islamabad.

Taliban membantah tuduhan bahwa mereka melindungi kelompok militan yang menargetkan Pakistan.

Sejak Rabu pagi, kedua belah pihak saling menuding sebagai pihak yang memulai bentrokan mematikan tersebut.

Militer Pakistan menyatakan bahwa pasukannya telah menewaskan 15–20 anggota Taliban Afghanistan dan melukai banyak lainnya di distrik perbatasan Spin Boldak. Sementara itu, juru bicara pemerintah Taliban mengatakan bahwa banyak tentara Pakistan yang tewas.

Kemudian, pada sore hari, ledakan di Kabul dan Kandahar semakin memperburuk ketegangan.

Media pemerintah Pakistan melaporkan bahwa ledakan tersebut merupakan serangan udara militer Pakistan terhadap sasaran di provinsi Kandahar dan Kabul.

Namun, tidak ada pengakuan resmi dari pihak militer Pakistan dan tidak ada konfirmasi dari pemerintah Taliban, yang menyebut bahwa ledakan terjadi akibat meledaknya truk tangki minyak dan sebuah generator, tanpa mengaitkannya dengan pertempuran melawan Pakistan.

Juru bicara Taliban mengatakan bahwa pasukan Afghanistan telah diperintahkan untuk menghormati gencatan senjata “selama tidak ada pihak yang melakukan agresi.”

Kedua pihak kini tidak hanya beradu kekuatan di perbatasan, tetapi juga berperang di media sosial, mencoba meyakinkan publik bahwa pihak merekalah yang menyebabkan kerugian lebih besar.

Pertempuran terbaru ini terjadi setelah bentrokan hebat di akhir pekan, ketika Taliban mengklaim telah menewaskan 58 anggota militer Pakistan, sementara Islamabad menyatakan telah membunuh 200 anggota Taliban dan kelompok teroris afiliasinya.

Halaman:

Tags

Terkini