Bentrokan ini memicu seruan untuk menurunkan ketegangan dari berbagai negara, termasuk Cina dan Rusia, serta pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut dirinya bersedia menjadi penengah perdamaian.
Pada hari Rabu, Richard Bennett, Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Afghanistan, menulis di platform X bahwa ia “sangat prihatin” atas laporan korban sipil dan pengungsian akibat bentrokan tersebut.
“Saya mendesak semua pihak untuk menahan diri sebisa mungkin, melindungi warga sipil, dan mematuhi hukum internasional,” tulisnya.
Pakistan sejak lama menuduh Taliban Afghanistan membiarkan Taliban Pakistan beroperasi dari wilayah mereka untuk melancarkan serangan terhadap pemerintah Islamabad demi menegakkan sistem pemerintahan berbasis Islam yang ketat.***