Pemerintahan Starmer tengah berada di bawah tekanan akibat meningkatnya sentimen anti-imigran di Inggris.
Krisis pengungsi dari kawasan konflik, termasuk Timur Tengah, telah menjadi isu politik sensitif yang membebani sistem sosial dan menimbulkan gesekan di masyarakat.
Dengan mendukung lahirnya solusi dua negara dan perdamaian di kawasan, pengakuan Palestina diharapkan bisa menjadi jalan panjang untuk meredakan konflik.
Jika stabilitas tercapai, arus imigrasi dari daerah konflik menuju Eropa, termasuk ke Inggris, diyakini dapat berkurang.
Langkah ini pun dipandang sebagai kombinasi antara kebijakan moral dan kepentingan strategis Inggris: menunjukkan komitmen pada perdamaian global sekaligus menjawab tantangan domestik terkait imigrasi.***