KLIK SAJA – Selama ini kita mengenal Nepal adalah negeri yang berada di barisan pegunungan Himalaya dan bentuk benderanya yang unik.
Namun tak dinyana, saat ini negara ini tengah mengalami krisis kepemimpinan.
Kathmandu, ibu kota Nepal, tengah menjadi panggung pergolakan besar rakyat yang menuntut perbaikan tata kelola negara.
Korupsi, nepotisme, serta kesenjangan sosial yang kian lebar antara si kaya dan si miskin menjadi pemicu utama kemarahan publik.
Dilaporkan The Guardian, gelombang protes ini dipelopori oleh Generasi Z yang menamai diri mereka Gen Z Protesters.
Gerakan ini bermula dari kebijakan pemerintah membatasi akses media sosial—kebijakan yang dianggap simbol dari represi rezim terhadap kebebasan rakyat.
Protes Gen Z kemudian meluas, mendapat dukungan penuh masyarakat.
Rakyat membantu dengan menyediakan logistik, merawat demonstran yang terluka, hingga menyembunyikan mereka dari aparat. Namun, perlawanan itu dibalas keras oleh militer Nepal.
Menurut The Hindu, hingga Rabu (10/9/2025) tercatat 30 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka akibat bentrokan.
Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025).
Sejak itu, status darurat militer diberlakukan. Petinggi militer memperketat pengamanan, terutama terhadap para pemimpin negara.
Meski demikian, Jenderal Ashok Raj Singdel mengklaim pihaknya masih mengutamakan dialog.
Ia menegaskan militer ditugaskan menjaga fasilitas publik dan menutup akses bandara hingga Presiden Ramachandra Paudel membentuk pemerintahan baru.