internasional

Aksi Protes Besar-besaran di Nepal, Anak Pejabat yang Pamer Kekayaan Jadi Penyebab Mundurnya Perdana Menteri

Kamis, 11 September 2025 | 12:29 WIB
Aksi Protes Besar-besaran di Nepal, Anak Pejabat yang Pamer Kekayaan Jadi Penyebab Mundurnya Perdana Menteri (Menyoroti fenomena gaya pamer harta anak pejabat di Nepal yang memicu gelombang tuntutan reformasi di Nepal. (Unsplash.com/Pranish))

KLIK SAJA - Fenomena neko kids, yang merujuk pada anak pejabat yang memamerkan gaya hidup mewah, menjadi pemicu protes besar-besaran di Nepal.

Istilah yang awalnya populer di India untuk anak selebriti ini, berkembang menjadi kritik serius terhadap gaya hidup mewah anak-anak pejabat di Nepal.

Kemarahan masyarakat atas fenomena ini memicu gelombang protes.

Aksi protes ini memuncak hingga Perdana Menteri Nepal, Khadga Prasad Sharma Oli, resmi mengundurkan diri pada Selasa, 9 September 2025.

Baca Juga: Aksi Anarkis di Kathmandu, Demo Berakhir dengan Penjarahan dan Pembakaran Gedung Parlemen Nepal

Sebelum tuntutan terkait nepo kids ini mengemuka, massa bahkan sempat menyerang rumah-rumah pejabat, kantor partai, hingga gedung parlemen.

Menurut laporan Al Jazeera pada Rabu, 10 September 2025, lebih dari 20 orang tewas dalam kerusuhan demonstrasi tersebut, termasuk istri sang mantan perdana menteri Nepal, Radhika Shakya.

Mayoritas korban juga berasal dari kalangan muda yang ikut aksi unjuk rasa.

Melihat lebih jauh, diketahui banyak generasi muda Nepal merasa geram melihat anak pejabat menikmati kemewahan, sementara mereka sendiri kesulitan mencari pekerjaan.

“Kesenjangan ini sudah terlalu mencolok. Mereka hidup enak karena orang tuanya berkuasa,” ujar seorang mahasiswa di Kathmandu, Nepal, sebagaimana dikutip dalam laporan yang sama.

Di sisi lain, tagar 'Nepo Kid' pun menjadi tren tersendiri di kalangan muda Nepal.

Baca Juga: Dunia Internasional Kecam Serangan Udara Israel ke Wilayah Qatar

Video-video anak pejabat yang memamerkan mobil mewah, barang bermerek, dengan gaya hidup glamor pun menuai kritik keras di media sosial.

Meski begitu, pengunduran diri Oli ternyata tidak meredakan situasi.

Halaman:

Tags

Terkini