KLIK SAJA - Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata di Gaza setelah tiga orang yang berlindung di Gereja Katolik Holy Family Church di Kota Gaza tewas dalam serangan Israel pada minggu ini.
Vatikan menyampaikan informasi bahwa Paus “sangat berduka atas kehilangan nyawa dan luka-luka yang disebabkan oleh serangan militer” terhadap Gereja Holy Family Church.
Patriarkat Latin Yerusalem, yang membawahi gereja tersebut, menyatakan bahwa tempat suci itu “diserang oleh militer Israel.” Sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Pastor paroki mengalami luka ringan.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan penyesalannya atas kerusakan terhadap situs keagamaan dan korban sipil yang tidak terlibat, sementara militer Israel mengatakan insiden tersebut sedang dalam penyelidikan.
Sejak perang meletus, banyak keluarga dari komunitas Kristen kecil Gaza yang kehilangan tempat tinggal berlindung di kompleks gereja ini. Semasa hidupnya, Paus Fransiskus (pendahulu Paus Leo) secara rutin menelepon mereka hampir setiap hari.
Rekaman televisi menunjukkan Pastor asal Argentina, Romo Gabriele Romanelli, berjalan terpincang-pincang dan memeriksa kondisi seorang pria di atas tandu di Rumah Sakit Al-Ahli, Gaza.
Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, mengatakan kepada Vatican News bahwa gereja itu dihantam oleh peluru tank.
Lembaga amal Caritas Jerusalem sebelumnya menyatakan peluru tersebut mengenai atap gereja,
Patriarkat Latin Yerusalem kemudian mengumumkan bahwa “tiga orang meninggal akibat luka yang diderita, dan sembilan lainnya terluka, satu dalam kondisi kritis dan dua dalam kondisi serius.”
Caritas mengidentifikasi dua korban tewas sebagai Saad Salameh (60), petugas kebersihan gereja, dan Fumayya Ayyad (84), seorang jemaat lansia.
Sekretaris Negara Vatikan mengirim telegram belasungkawa kepada para korban, menyatakan bahwa Paus Leo sangat berduka atas tragedi tersebut dan meyakinkan Romo Romanelli serta seluruh komunitas paroki akan kedekatan spiritualnya.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan “kesedihan mendalam atas kerusakan terhadap Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza dan atas korban sipil.
IDF menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan dan hasilnya akan diumumkan secara transparan.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyalahkan Israel dan menyebut: “Serangan terhadap warga sipil yang dilakukan Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima.”