KLIK SAJA - Dikabarkan 20 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah kafe populer di tepi pantai barat Gaza pada Senin (waktu setempat), menurut keterangan petugas medis dan saksi mata.
Kafe tersebut sedianya sering digunakan oleh aktivis, jurnalis, dan warga setempat untuk berkumpul.
Tim penyelamat mengevakuasi 20 jenazah serta puluhan orang yang terluka dari Kafetaria Al-Baqa, sebuah tempat terbuka yang terdiri dari tenda-tenda di sepanjang pantai.
Seorang petugas menyatakan bahwa tim darurat masih melakukan pencarian di dalam kawah besar yang ditinggalkan oleh ledakan.
Video yang diunggah oleh para aktivis di media sosial memperlihatkan momen ketika sebuah rudal, yang dilaporkan ditembakkan dari pesawat tempur Israel, menghantam area tersebut.
Rekaman tersebut juga menunjukkan kondisi setelah serangan, dengan jasad-jasad tergeletak di tanah.
Kafetaria Al-Baqa telah menjadi tempat yang dikenal luas bagi jurnalis, aktivis, dan pekerja jarak jauh karena menyediakan akses internet, tempat duduk, dan ruang kerja di sepanjang pantai Mediterania Gaza.
Militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini.
Serangan ini terjadi setelah Israel melancarkan gelombang serangan udara di seluruh Jalur Gaza pada malam sebelumnya, yang memicu pengungsian massal ratusan keluarga Palestina, menurut kesaksian warga.
Tim penyelamat menemukan lima jenazah lainnya, sementara puluhan warga sipil yang terluka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza City, menurut laporan lokal.
Pemboman ini terjadi setelah dikeluarkannya salah satu perintah evakuasi terbesar sejak perang dimulai kembali pada bulan Maret.
Situasi ini berlangsung di tengah tekanan yang meningkat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengalihkan fokus kepada upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Pada Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa Netanyahu saat ini tengah bernegosiasi dengan Hamas.
Hal ini terjadi beberapa hari setelah seorang pejabat senior Hamas menyebut bahwa para mediator telah meningkatkan upaya mereka untuk menjembatani kesepakatan gencatan senjata baru dan pembebasan sandera, meski negosiasi masih menemui jalan buntu.