Iran bahkan membuka kembali opsi diplomasi dengan mengatakan bersedia berunding terkait program nuklirnya, selama hak mereka atas energi atom damai tetap diakui.
Langkah ini memperlihatkan kepercayaan diri dan stabilitas politik yang bertahan pasca-konflik.
Dengan semua fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun Israel unggul secara taktis, Iran menang secara strategis.
Perang ini tidak hanya memengaruhi Timur Tengah, tetapi juga menyulut ketegangan geopolitik global dan ketidakstabilan harga minyak dunia.
Sebuah babak baru telah terbuka—dan dunia akan terus memantau siapa yang benar-benar menang dalam jangka panjang.***