KLIK SAJA - Iran menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklirnya selama masih berada di bawah serangan.
Beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel memperingatkan tentang konflik yang bisa berlangsung lama dengan Republik Islam tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat bertemu dengan para diplomat Eropa di Jenewa yang mendesaknya untuk menghidupkan kembali upaya diplomatik dengan Amerika Serikat terkait program nuklir negaranya.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, dalam sebuah pernyataan video mengatakan bahwa negaranya harus bersiap untuk "kampanye yang berkepanjangan".
Pertempuran terus berlangsung hingga malam hari, dengan militer Israel mengumumkan gelombang serangan baru terhadap tempat penyimpanan dan peluncuran rudal milik Iran, setelah Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel tengah.
Ledakan terdengar di dekat Tel Aviv, dan terlihat pencegatan rudal di atas kota terbesar kedua di Israel tersebut. Laporan menyebutkan sebuah bangunan di pusat Israel terbakar akibat serpihan rudal yang jatuh.
Sementara itu, seorang remaja berusia 16 tahun tewas dan dua lainnya luka-luka akibat serangan Israel di kota Qom, selatan Teheran, menurut laporan media pemerintah Iran pada Sabtu dini hari.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa serangan Israel kembali menyasar fasilitas nuklir di kota Isfahan.
Pada hari Jumat, Araghchi menyatakan bahwa Iran hanya akan mempertimbangkan jalur diplomasi jika "agresi Israel dihentikan".
Ia menegaskan bahwa program nuklir Iran bersifat damai, dan serangan Israel melanggar hukum internasional. Iran, lanjutnya, akan terus "menggunakan hak sahnya untuk membela diri".
“Saya tegaskan dengan sangat jelas bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan,” katanya.
Araghchi dijadwalkan menghadiri putaran pembicaraan lanjutan pada hari Sabtu di Istanbul, bersama perwakilan Liga Arab selama akhir pekan.
Duta Besar Israel untuk PBB menuduh Iran memiliki "agenda genosida" dan menjadi ancaman yang terus-menerus, serta menambahkan bahwa Israel tidak akan menghentikan serangan terhadap fasilitas nuklir sampai fasilitas tersebut "dibongkar".
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, mengatakan negaranya telah menunda kemampuan nuklir Iran setidaknya selama dua tahun.