Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran telah mengumpulkan cukup uranium yang telah diperkaya hingga 60% — hanya selangkah teknis dari level senjata (90%) — yang berpotensi untuk membuat bom nuklir.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan Israel atas dimulainya perang.
“Ini omong kosong,” ujar Khatibzadeh. “Anda tidak bisa memulai perang hanya berdasarkan spekulasi atau niat.”***